Kereta Api Memanusiakan Manusia


Sejak tanggal 1 oktober 2011, KAI membuat gebrakan yang menarik, Semua penumpang (Ekonomi) harus mendapat tempat duduk. Kebijakan ini tentunya membuat tersenyum pelanggan setia seperti saya dimana saya memang tidak mampu membeli tiket kelas "Borjuis". Kereta ekonomi ini menjadi andalan Rakyat yang ingin bepergian jauh di pulau jawa.

Bayangkan (Dulu), naik kereta dari surabaya sampai jakarta cuma dibawah 50 ribu, dari jogja ke jakartapun tidak jauh berbeda. Namun 'ada harga ada layanan'  dengan tiket yang murah itu maka (dulu) pihak KAI selalu melayani pembeli tiket KA walaupun kursi sudah habis, akibatnya, dari sambungan gerbong, Atap, gerbong makan, bahkan kolong kursi pun di jadikan tempat duduk atau tidur yang penting nyampai, bahkan WC aja di sulap jadi tempat duduk, mantap bukan, pokoknya kalau  dipikir pikir  naik kereta ini berasa hewan ternak yang di paketin di gerbong gerbong, saya sendiri pernah berdiri dari jakarta sampai jogja, sekitar 12 jam. Itu belum ditambah pengamen dan penjual yang maksa masuk gerbong walaupun sesaknya dah minta ampun.

Sekarang semua berubah, dengan harga yang sama, rakyat jelata seperti saya bisa naik kereta api ini dan dijamin Dapat tempat duduk. KAI sudah berbenah, sekarang hanya menjual tiket sejumlah tempat duduk saja. Efek dari kebijakan ini, kita harus jauh jauh hari pesan tiket KA agar bisa menikmati transportasi murah ini, jika nanti sore mau ke jakarta naik Kereta Rakyat (baca kereta Ekonomi)  99% saya yakin tiket sudah habis. Saya kasih jempol 4 buat KAI.

Efek positif lainnya, Bus antar kota terisi penuh walaupun bukan masa liburan, hal ini karena penumpang yang tidak mendapatkan tiket, mau tidak mau harus naik Angkutan lain, dalam hal ini adalah bus. Nah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa Komentar ya :)