Mengkritisi Diskon,Hadiah dan CashBack

diskon
Menjelang lebaran, kondisi jalanan, pasar dan pusat belanja penuh sesak dengan para pembeli yang kebanyakan kaum hawa. Memang sudah dari dulu bahwa perempuan hobi dengan belanja, termasuk untuk barang yang sebenarnya tidak penting. Dalam artikel kali ini saya akan membahas tentang diskon, hadiah dan cashback yang sebenarnya akal akalan penjual.

Diskon
Kondisi seperti ini dimanfaatkan oleh promo diskon yang selalu hadir menjelang lebaran, hari besar dan tahun baru. Gambar disamping dengan berbagai macam variasinya akan mudah kita temui di pusat perbelanjaan.

Namun, tidak semua diskon jujur. Nah maksudnya bagaimana? Sebagai contoh, Banyak Mall yang membandrol harga di hari biasa misalkan 100.000/item. Nah saat mendekati masa diskon, Harganya menjadi 200.000/Item, namun tulisan 200.000 nya di coret dan ditulis diskon 50% sehingga pembeli menyangka bahwa dia mendapatkan harga yang lebih murah padahal kenyataannya dia hanya membeli dengan harga yang sama. Cara mengecek diskon itu sifatnya penipuan atau bukan, anda harus jauh jauh hari melihat harga barang yang akan anda beli, nah tinggal pas masa diskon di cek apakah harga yang di diskon itu dinaikkan dulu baru di diskon atau memang harganya sama dengan dulu lalu di diskon. Kenyataannya, sangat sulit melihat perbedaannya, apalagi mata perempuan langsung ijo saat lihat diskon.

Cara promo diskon yang lain tampak seperti gambar diatas, jika suatu barang harganya 100.000, anda akan mengira anda mendapat potongan 60% bukan? yang artinya anda hanya membayar 40.000.Sayangnya anda salah, diskon 40%+20% artinya anda membayar 48.000. Kok bisa, iya caranya 100.000 diskon 40% menjadi 60.000, nah harga 60000 ini baru di diskon lagi 20% jadi anda membayar 48.000. Ah mungkin anda pikir itu cuma 8000. Coba anda bayangkan harga awalnya adalah 10juta, lalu anda mendapat diskon diatas? anda harus membayar 4.8 juta, bukan 4 juta. Selisih 800 ribu itu banyak sis.


Hadiah
Hadiah yang saya bahasa disini adalah hadiah langsung yang tidak diundi, sebagai contoh anda membeli motor baru Cash harganya 10 Juta, nah jika anda membeli cash, maka anda akan mendapat kulkas plus TV 14 inch. Nah keren kan? Tapi saya punya pengalaman menarik ketika saya makan disebuah warung makan, kebetulan si empunya mau beli motor dan terjadilah obrolan antara pihak mareketer dengan si empunya rumah makan ini yang kurang lebih dialognya seperti ini.

Marketer:" Jadi kalau bapak beli motor cash, bapak langsung dapat kulkas + TV 14 inch pak!"

Bapak pembeli: Oh gitu mas, tapi saya ga mau hadiahnya mas, saya cuman mau motornya, gimana kalau saya ga ambil hadiahnya, sekarang harganya berapa ?

Marketer:" Kalau bapak ga ngambil kulkas dan TVnya maka bapak cukup bayar 9 juta pak!

Perhatikan jawaban si marketer, kalau kita pikir lagi, sebenarnya Kulkas dan TV yang katanya hadiah itu sebenarnya itu kita beli dengan uang kita sendiri, cuman di bundel. Paham sekarang ibu ibu, bapak bapak? Kalau memang hadiah diberikan cuma cuma kenapa Marketer ga jawab seperti ini:

Marketer:" Oh, hadiah itu murni dari kita pak, jadi kalau bapak ga mau ambil, harga motornya tetap 10 juta!

Iya kan? Berpikir lebih cerdas ya bapak bapak dan ibu ibu? Jangan tertipu embel embel hadiah.

Cashback

Trik pemasaran ketiga yang saya benci adalah iming iming cashback. Sepanjang yang saya tahu, cashback adalah uang yang diberikan kembali oleh pihak penjual karena si pembeli membayar tunai. Sebagai contoh jika anda membeli motor harga 15 juta tunai, anda akan mendapat cashback 1 juta. Kalau kita teliti lebih jauh, sebenarnya harga motornya itu 14 juta, bukan 15 juta. Masa ada orang jualan ngasih cuma cuma 1 juta ke pembeli? Bayangkan jika dealer itu menjual 100 motor perbulan, Dealer itu akan rugi 100 juta bukan? Tapi nyatanya tidak seperti itu, memang harga awalnya 14 juta, tapi di tulis 15 juta dan cashback 1 juta. Paham sekarang bapak bapak dan ibu ibu?

Nah, belum lama ini saya juga melihat hotel yang mempromosikan acara pernikahan dengan harga 25 juta, dan cashback 5 juta. Pikir lagi bapak bapak dan ibu ibu, Kalau jujur, memang harga awalnya cuma 20 Juta, bukan 25 Juta. Jadi plz deh para marketer, Jujur kalau promosi! Sebarkan artikel ini jika dirasa memberi manfaat bagi anda dan mari kita belajar hidup hemat dengan cara membeli apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan dan Jangan tertipu dengan yang namanya promo diskonlah, hadiah lah apalagi Cashback, muntah ane denger yang satu ini.


4 komentar:

  1. Beli barangnya klo lagi di obral aja can, sudah pasti murah dan bener :P

    BalasHapus
  2. Hidup lo kurang liburan boss. Ya lo mikir aja emang ada orang ngejual mau rugi. Dikata beli makan pake daon WKWK suka suka orang lah mo promosiin gimana juga emang semua orang yg beli diskonan pake duit lo apa WKWK lucu ah kamu sist. Kalo mo bikin artikel yang netral lah gausah ngejelekin satu pihak kaya hidup lo udah sempurna aja :( lagian lo juga pasti pernah beli barang diskonan kan :( berarti lo lebih bikin muntah daripada yg ngasih diskonan dong :(
    TQ

    BalasHapus
  3. Even ini "mengkritisi" ya namanya kritik yang objektif ada kaidahnya juga kali ah HAHA

    BalasHapus
  4. Bagian yang Cashback, logika contohnya rada keliru. Jika harga asil barang 15 juta dan dia kasih cashback 1 juta, 100 barang dia ga bakal rugi 100 juta...karena dengan harga 15 juta dia sudah mendapatkan keuntungan.

    Yang perlu diperhatikan untuk melihat trik sebenarnya adalah perkiraan harga asli pabrikan produk tersebut. Biasanya penjual mengambil untung dalam jumlah yang meningkat setara dengan meningkatnya harga produk tersebut. Sebagai contohnya baru2 ini saya searching harga komponen motherboard untuk build up sebuah komputer (tidak diproduksi dalam negeri). Ketika saya bandingkan harga rata2 penjual local, sekitar 700-800 ribu diatas harga total import + tax + bea (Amazon, Ebay, Elevenia, dll.). Dari situ kesimpulannya adalah mereka memang normalnya menjual dan mengambil keuntungan hampir sejuta rupiah untuk satu unit motherboard dengan kisaran harga tersebut. Sekarang bandingkan dengan penjual produk2 yang harganya lebih murah, keuntungan yang diambil juga lebih kecil. Disitu saat adanya promosi kita bisa menjadikan harga pabrikan atau impor + bea sebagai patokan.

    Untuk harga motor sebenarnya tinggal dilihat di Internet, searching di google. Harga-harga per bulan, bahkan tahun, sebelumya akan selalu ada di Internet.

    BalasHapus

Jangan lupa Komentar ya :)