Dukung kenaikan Harga BBM

Akhir akhir ini, protes kenaikan harga BBM merebak, penolakan kenaikan harga selalu terjadi setiap pemerintah menaikan harga BBM. Masalahnya jika BBM tidak dinaikan, maka APBN akan jebol karena duit hanya dibakar di knalpot motor dan mobil. Akhirnya Pemerintah menaikan harga BBM per 22 juni 2013
.
Kelompok penolak Kenaikan BBM

Sebagai warga negara yang baik, tentunya saya mendukung kenaikan harga ini. Saya sendiri muak liat mobil mobil mewah minum BBM subsidi padahal dah jelas jelas itu untuk orang tidak mampu. Secara garis besar, orang orang yang menolak kenaikan harga BBM terbagi menjadi dua yaitu

1. Partai yang mencari muka rakyat
2. Orang kaya
3. Orang bodoh yang tidak tahu dan asal demo

Orang orang yang menolak kenaikan harga BBM adalah orang kaya atau orang yang membela orang kaya tanpa sadar.Sebagian lagi adalah partai yang cari muka menjelang pemilu 2014. Hal yang pasti adalah, siapapun cepat atau lambat BBM akan naik.  Sedangkan sisa dari penolak BBM adalah mahasiswa yang sok belagu merasa paling tahu negara, paling bisa mengurus negara dan dengan enaknya bilang :" SBY telah gagal, SBY harus Turun!". kasihan dengan mahasiswa ini, makan aja masih minta ke ortu kok ngimpi bisa mikir negara. Aneh!.

coba dilogika lagi nih 

Logika I
Beli mobil bisa, beli gadget bisa,baju bisa, beli motor bisa, tiap hari isi pulsa bisa, rokok tiap hari ngebul, Ada midnight sale,mall langsung rame! BBM naik 2000 ributnya minta ampun. Logikanya pada kemana ya?
Logika 2:
Gak sekarang, gak tahun depan, gak 10 tahun lagi harga BBM pasti naik bro, gak SBY gak Soeharto, gak Jokowi, gak Abu rizal Bakrie kalo emang udah waktunya naik ya tetep aja naik. Masak harganya mau segitu segitu terus. ketika negara tetangga harga BBMnya Naik kita aja gak naik kok, makanya banyak BBM yang harganya murah di jual ke tetangga sebelah, mikir dong.

Logika 3
Bayangkan ya bro, Seandainya harga BBM saat ini gak jadi naik tetap Rp. 4500 sedangkan di singapore saat ini Rp. 11.500, trus 5 tahun lg misalnya harga minyak dunia naik 2x lipat karena mobil dan motor makin lama makin banyak, minyak makin lama makin sedikit gak bisa di produksi lagi. Harga minyak di singapore mungkin udah 25rb/liter. Misalnya pemerintah kita mikirin rakyat kita yang masih miskin dan tetap bertahan di Rp.4500 kan jadi tombok ceritanya.

Trus 10 tahun lagi harga minyak dunia naik lagi 4 atau 5x lipat di singapore mungkin harga minyak udah 100rb/liter kalo pemerintah kita takut di demo sama mahasiswa dan tetap bertahan di Rp. 4500/liter kan tomboknya makin banyak.

itu baru 10 tahun, coba kalo 30 atau 50 tahun lagi dan pemerintah kita yang selalu mikirin rakyat miskin, gak berani naikin harga BBM berapa hutang yang harus di tanggung dan di bayar anak cucu kita?

Mikirnya jangan cuma hari ini tapi hari esok juga, biarpun saat ini kita sengsara tapi hari esok jangan sampai anak cucu kita makin menderita karena mikirin hutang kita di saat ini.

Mobil dan motor itu tiap tahun di produksi makin lama makin banyak bro, jumlah penduduk kita juga, bukan masalah siapa yang memimpin atau memutuskan BBM naik tapi yang perlu kita sadari itu harga minyak dunia bagaimana? kalo BBM naik rakyat miskin juga di untungkan ko', kebutuhan pokok naik, harga jualan mereka juga naik, jumlah keuntungan mereka juga naik. Yang gak setuju BBM naik pasti kebanyakan orang gajian? iya kan? makanya harus punya sampingan, wira usaha, BBM naik, Pendapatan juga harus naik, 


Pebandingan harga BBM di negara asean 

Negara Jenis BBM Harga     Keterangan

Indonesia RON 88 Rp4.500             Subsidi
Malaysia RON 95 Rp5.753             Subsidi
Thailand Blue Gasoline 91Rp12.453     Tidak subsidi
Filipina unleaded Rp12.147         Tidak subsidi
Singapura Grade 92 Rp15.695         Tidak subsidi

nah sekarang  harga BBM diindonesia 6500, termasuk masih murah dibanding negara lain kan? bahkan laos dan kamboja yang pendapatan perkapitanya lebih rendah dari indonesia saja tidak disubsidi loh.

SBY si Robinhood
Saya sangat mendukung kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah SBY. Sebelum kenaikan ini, spanduk spanduk sudah dipajang di SPBU bahwa BBM subsidi untuk rakyat yang tidak mampu namun kenyataannya para pemilik mobil cuek aja tuh.

Sekarang, BBM sudah naik dan apapun alasan para penolak kenaikan BBM sudah tidak berefek. SBY itu ibaratnya mengambil uang dari orang orang kaya dan membagikannya ke rakyat Miskin dnegan BLT. Itu yang saya suka. Orang kaya di indonesia sudah hidup nyaman, apalagi pajak di indonesia sangat rendah dibading pajak diluar negeri terutama eropa yang mencapai 70%..

Yang lucu itu orang orang yang minta BBM tidak naik tapi tidak bisa memberi solusi untuk mengatasi defisit anggaran negara. Disatu sisi bilang pemerintah hobinya utang, tapi mereka tidak sadar kalo utang itu untuk subsidi BBM, nah subsidi dikurangi eh bilang negara ga bisa ngatur anggaran dan tidak cinta rakyat miskin. Aneh banget deh, tau kan partai apa  yang bilang kek gini?


Saya Fans SBY? 
saya fan SBY? NO!, Saya orang demokrat? NO, maaf dari dulu saya GOLPUT dan ga suka partai.... saya cuman warga negara indonesia yang ingin mendukung program pemerintah, Pada mikir ga, kalo setiap program pemerintah di hujat/dicaci maki gimana negara mau jalan, coba ente jadi presiden/pejabat terus suruh ngambil kebijakan kek gini.. apalagi mahasiswa yang cuman bisa demo, tapi duit makan aja masih minta ke ortu. Jika SBY lebih memilih populeritas, maka bisa saja sby tidak menaikan harga BBM, tapi saya yakin presiden baru 2014 akan lebih berat kerjanya dan seandainya terpaksa di masa depan ada kenaikan harga bbm, kenaikan bisa jauh lebih besar dari sekarang.


Tindakan kita ?
Jadi sekarang, mari kita dukung kenaikan BBM. Yang diperlukan adalah melakukan penghematan. Tadinya ngerokok ga usah deh ngrokok, yang tadinya Suka telepon , mending sekarang SMS aja. Yang biasanya naik motor walau cuman ke mesjid, coba deh jalan kaki, yang biasanya pamer mobil pribadi, coba deh sekali naik angkutan umum. Dan yang paling penting mengawasi kinerja pemerintah. 

Nah, kalau kita pikir,Subsidi itu memanjakan kita. Makanya sudah saatnya kita tidak manja dan  bukan menjadi bangsa yang  sukanya mengeluh. 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa Komentar ya :)