Karena Gaya dan Gengsi itu Penyakit

Beberapa hari terakhir, ada berita dan video konyol tentang Mantan Tunangan dari Zaskia Gotik (vicky prasetyo). Saat di wawancarai oleh salah satu acara infotainment TV swasta, dia berusaha menggunakan bahasa kebarat baratan dan menggunakan bahasa intelek. Sayangnya, apa yang terjadi justru malah kelihatan banget gengsinya dan terkesan tidak natural, bahkan bahasa yang dipakai amburadul tidak jelas.





Saya jadi ingat teman saya yang bernama Abdullah, dulu sering banget ngomong :"Yang penting gaya mas can!". Ya walaupun dirumah ga makan. Atau ucapan temen kampus yang bilang ada temen ceweknya bela belain beli baju baru walaupun tiap hari makan mie rebus.

Penyakit orang dulu dan sekarang sungguh berbeda. Dulu, waktu saya kecil penyakitnya adalah cacar air, kudis, dan koreng. Sekarang anak anak kecil memang sudah jarang yang kena penyaki ini, namun penyakitnya berubah menjadi penyakit GENGSI.

Beberapa kali saya membaca berita banyaknya prostitusi remaja ABG yang ditangkap petugas ternyata tergiur dengan mudahnya mendapatkan uang dan tampil gaya dengan baju dan gadget mahal terbaru. Ini demi apa? Demi ucapan:"Wah, gadgetnya bagus ya?" atau:" Wah kamu sekarang cantik " Dan sejenisnya. Cerita lain, di Cina seorang anak menjual ginjalnya untuk ditukar dengan iPhone dan iPad. Apakah sianak sebenarnya butuh gadget itu? Tidak! itu cuma demi gengsi dimata teman temanya.

Ada lagi kasus bunuh diri gara gara sianak tidak dibelikan motor oleh orang tuanya , kasus yang lain ada dua orang anak mencuri motor demi bisa naik motor saat pergi kesekolah. Kenapa tidak mau naik sepeda? Ya karena gengsi. Tidak jauh berbeda, salah seorang teman di tempat kerja pernah bilang, mending berangkat kekampus naik angkot daripada naik sepeda loh kenapa? emang jauh? Tidak, cuman GENGSI.

Masih ingat, kasus kecelakaan mobil saipul jamil yang menewaskan istrinya? Ternyata mobil yang ditumpanginya bukan mobil pribadi bro, tapi mobil rental? Kenapa saipul jamil ga pulang naik kereta atau bus? Malu dong, masa artis gitu loh. Inilah yang namanya penyakit. Bahkan penyakit ini juga sudah menyebar kebarbagai kalangan. Contoh sederhana adalah pas lebaran. Banyak yang bawa mobil rental dari kota ke desanya dikampung, atau minimal pulang naik motor (ya walaupun kredit) biar keliatan orang sukses.


Saya jadi teringat salah satu hadist rosullah:" Nafsu manusia itu hanya ada diantara dua paha dan dua rahang". Perhatikan diantara dua rahang. Ini bisa berarti makanan yang lezat atau PUJIAN dan SANJUNGAN serta POPULERITAS. Penelitian di amerika bahkan menyataan bahwa populeritas menjadi tujuan dan kebutuhan kebanyakan anak muda disana. Kok bisa? Ya salah satunya karena American Idol dan berbagai ajang pencarian bakat yang menjanjikan anak ABG ini populer dalam waktu sekejap.

Alhamdulilah, dari kecil sampai sampai sekarang, saya bersyukur bisa hidup sederhana apa adanya saja. Lebih baik punya sepeda butut daripada naik Tiger tapi pinjem. Lebih baik pulang kampung naik Kereta ekonomi ketimbang naik mobil rentalan. Saya baru sadar, ternyata segala kekurangan yang ada pada diri saya dan keluarga saya (maklum, keluarga tidak mampu) memberi efek waktu dewasa. Saya tidak tertarik mengikuti trend, baik dari sisi pakaian, gaya hidup dan sejenisnya. Saya hidup seperlunya sajalah. Lagian GAYA dan GENGSI TIDAK BISA BIKIN KENYANG!

Antara kebutuhan dan keinginan

saat kita ingin membeli sesuatu, kita bisa bedakan antara kebutuhan dan keinginan. KEBUTUHAN adalah sesuatu yang jika tidak terpenuhi, atau jika tidak dibeli, maka akan mempersulit hidup kita. Misalkan makan.

Keinginan yang merupakan cikal bakal GENGSI adalah sesautu yang jika tidak terpenuhipun tidak akan banyak berefek pada aktivitas sehari hari hari, baik social atau pribadi. Dalam forum internet ada yang bilang seperti ini:" Jika kamu tidak tahu apakah itu kebutuhan dan atau keinginan, Tunggu selama satu minggu lagi, jika setelah satu minggu kamu masih menginginkannya, maka barang tersebut layak kamu beli". Dalam keinginanpun, kita juga harus jeli. Jangan cuma menuruti hawa nafsu.


Antara Hemat,Pelit,Kikir dan Boros
sebagian orang yang hidup hemat, akan berubah jadi boros hanya karena dibilang :"Loe jadi oran pelit amat!". Nah agar kita tidak termakan dengan ucapan tersebut, mari kita analisa 4 hal diatas


  1. Hemat: hemat adalah kondisi mengeluarkan uang untuk belanja sesuai dengan kebutuhan
  2. Pelit:Kondisi seseorang yang terlalu ketat dalam pengeluaran sampai sampai kebutuhan saja tidak terpenuhi. 
  3. kikir:Kondisi dimana kita terlalu egois dan mementingkan perkara diri sendiri, terutama masalah uang dan harta, padahal orang lain membutuhkannya (misal untuk dipinjam). 
  4. Boros:Membeli barang yang di inginkan, bukan yang dibutuhkan atau Lebih besar pasak daripada tiang. 

Salah satu ciri sukses bukanlah bisa tampil gaya dan gengsi gede gedean. Sukses itu adalah saat kamu bisa menahan diri dari belanja yang tidak perlu ,  tampil apa adanya, membeli seperlunya dan tidak omong besar dihadapan orang lain. Be your self, be confident. 

Akhirnya, hidup itu pilihan anda piling menjadi DoucheBag( orang yang sok gaya, belagu, jaim sok gengsi) atau hidup bersahaja ? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa Komentar ya :)