Analisa hasil Debat Capres 22 Juni 2014

Debat ketiga yang diselenggarakan malam ini (22 juni 2014) telah usai. Topik ini mengangkat tema "Politik Internasional dan Ketahanan Nasional". Inti dari debat ini adalah politik luar negeri, pertahanan indonesia dan kedaulatan indonesia dalam menjaga tanah air indonesia dan penduduk indonesia diluar negeri, terutama yang menjadi TKI.

Dalam debat kali ini, jelas pihak jokowi mempersiapkan secara matang karena topik ini adalah topik yang sudah cukup berat mengingat latar belakang prabowo yang militer tentunya punya wawasan dan pengalaman bela negara dan peta militer indonesia secara real.

Inti Ketahanan nasional prabowo

Ucapan prabowo yang mengaitkan ketahanan negara dengan kemakmuran cukup beralasan. perhatikan konflik di timur tengah, Amerika latin, Krisis eropa dan Arab spring? Demo besar besaran rakyat yang menggulingkan pemerintahan karena masalah ekonomi adalah ancaman yang sangat berbahaya. perhatikan revolusi di tunisia, mesir, protes di Yunani dan Permasalahan di Ukrania itu masalah ekonomi pada awalnya. Disini prabowo seakan akan berusaha emmbuat rakyat berpikir bahwa pertahanan dan ketahanan negara itu penting bagi rakyat dan rakyat di ajak berpikir bahwa ketahanan sangat erat hubungannya dengan ekonomi dan urusan perut.

Dalam permasalah ketahanan ini, jokowi tidak mengaitkan secara langsung dengan ekonomi, jokowi hanya fokus kemaslah pertahanan, militer dan kedaulatan negara.


Masalah TKI
Untuk masalah TKI, jokowi memberikan paparan bahwa TKI harus di lindungi, para calon TKI yang akan berangkat juga harus dipersiapkan dengan matang terutama skillnya. Dalam hal ini, prabowo mengamini ucapan jokowi,namun prabowo membahas persoalan yang lebih mendasar, bahwa perginya warga indonesia keluar negeri itu karena di indonesia tidak ada lapangan kerja sehingga akhirnya mereka keluar negeri.

Prabowo menekankan pentingnya membuka lapangan kerja dan mensejahterahkan masyarakat sehingga rakyat tidak perlu pergi keluar negeri. Namun setahu saya, apa yang disampaikan prabowo sebagian benar namunt idak 100%. Kenyataan dilapangan, banyak yang cari kerja diluar negeri karena ingin kaya cepat dan gaji tinggi yang menggiurkan, gaji diatas 10juta perbulan siapa yang tidak suka.

Artinya, jawaban prabowo tidak sepenuhnya benar, anggaplah terbuka lapangan pekerjaan di indonesia dengan gaji 2 juta saja untuk TKI atau calon TKI dengan pendidikan mereka yang rata rata SMA kebawah, belum tentu juga mereka tertarik, kenapa? karena mereka ingin cepat kaya, dapat uang banyak tanpa harus berpendidikan tinggi dan budaya hedonis yang menjalar sampai desa desa ini memang membuat pekerjaan jadi TKI /TKW sesuatu yang menggiurkan.

Dukungan jokowi untuk palestina merdeka
Point ini di sampaikan jokowi tentunya agar pemilih islam, terutama generasi muda islam yang berada di sekolah dan kampus kampus tertarik dengan jokowi. Jokowi dan timnya sadar bahwa mereka tidak atau kurang disukai oleh kalangan muslim terutama kelompok kelompok pembela palestina seperti HTI atau PKS.

Namun yang sangat disayangkan, Jokowi tidak menjelaskan apa bentuk realnya mendukugn palestina merdeka? hal ini tidak di jelaskan oleh jokowi dan tidak dianyakan prabowo. Jokowi seakan akan hanya ingin mendulang suara dari umat islam. Jokowi tidak memberi solusi misalkan membuat kerja sama dengan palestina, menjalin hubungan diplomatik atau bentuk kerjasama yang real. Hal seperti ini tampak seperti dukungan ke palestina hanya pemanis dalam acara debat. Selain itu, ucapan beberapa tim sukses seperti pengawasan khotbah jumat, penghapusan kolom agama dan tindakan anti islam atau syariat islam membuat ucapan jokowi tentang palestina hanya angin lalu dan janji surga.

Tampak disini, jokowi ingin menampakkan keislamannya dan keperpihakannya kepada islam. Dari doa sholawat waktu pemilihan nomor urut, photo jadi imam sholat, istri jokowi yang berjilbab itu semua dimentahkan oleh tim jokowi sendiri sehingga kontra produktif.

Contoh paling real adalah masalah isu penghapusan kolom agama oleh salah satu timnya yang katanya sudah di iyakan oleh jokowi, lalu dimentahkan oleh Jokowi dan JK, lalu isu pengawasan masjid, juga dimentahkan oleh JK dan PDIP,tampak sekali tim jokowi tidak solid.  Untuk masalah palestina, saya yakin dua capres ini mendukung kemerdekaannya karena itu amanat UU 45. Point jokowi masalah palestina kurang greget!

Masalah laut cina selatan
Prabowo menayakan masalah laut cina selatan kepada jokowi, namun disini, lagi lagi jawaban jokowi tidak elegan, cenderung asal. Jokowi menjawab bahwa indonesia tidak perlu ikut campur karena itu tidak ada hubungan langsung dengan indonesia, indonesia ikut campur kalau bisa memberikan solusi. Intinya disitu. Ini tentunya jawaban yang aneh.

Pertama, jokowi bilang mau meningkatkan pertahanan laut (maritim/AL) tapi laut cina selatan tidak usah ikut campur. Logika yang aneh. Jika laut cina selatan terjadi konflik, mau tidak mau maritim indonesia harus siap menjaga perbatasan, selain itu jika terjadi konflik di laut cina selatan, jelas imbasnya ke indonesia juga, dari perdagangan, kemanana kawasan dan akan berefek pada investasi juga. Selain itu, pulau natuna yang dekat dengan laut cina selatan juga rawan terjadi konflik dan klaim wilayah dan bisa kapan saja di klaim oleh pihak asing. Intinya jawaban jokowi sangat mengecewakan untuk masalah ini.

DRONE 


Ini juga blunder bagi jokowi dan timnya. Bilangnya mau menguatkan maritim tapi solusi untuk menjaga kekayaan negara justru memakai drone. Anda tahu, harga drone termurah itu 16 Juta USD, belumt termasuk operasional dan dan biaya perawatannya. 16 Juta USD itu sama dengan 160Miliar Rupiah. dengan luas wilayah laut indonesia, uang 1Triliun itu hanya bisa membeli 6 Drone. Apa cukup ?

Akan lebih cantik jika jokowi menjawab akan menggunakan kekuatan maritim dengan meningkatkan kapal perang TNI AL, itu selajan dengan idenya tim jokowi membangun poros maritim indonesia.

Pembelian Tank Leopard 
Jokowi menanyakan pendapat prabowo tentang tank leopad yang di beli pemerintah SBY? tentunya alasan jokowi dan timnya (yang saya tangkap) bahwa pembelian tank itu tidak sesuai dengan kondisi fisik indonesia yang maritim dan kepulauan.

Prabowo menjawab mudah pertanyaan ini, bahwa Pemerintah tidak salah dalam membeli tank leopard, hanya saja prabowo cukup teliti dalam menjawab dan mengatakan bahwa tank leopard cocok untuk digunakan di "sebagian" wilayah indonesia. Prabowo juga menyatakan bahwa TNI dan Kementrian pertahanan tidak bodoh2 amat kenapa membeli tank battle ini. Alasan utama adalah masalah pertahanan negara. Tank ini bisa di tempatkan diwilayah wilayah indonesia dan tempat tempat strategis. Tentang apakah tank seberat 60 TON ini bisa merusak jalan dan jembatan? silahkan baca penjelasan TNI disini.

Bagi yang bilang pemerintah RI salah dalam mebeli Tank, silahkan lihat kemampuan tank di video ini dan silahkan anda nilai sendiri.




Wajib militer dan Bela negara
Dalama masalah bela negara, jokowi menyatakan sepakat dengan pertanyaan prabowo bahwa pasukan cadangan itu perlu, tapi anehnya jokowi memberi contoh dengan menwa dan hansip. KONYOL. ketika selesai debat jokowi ditanya apakah ingin mewajibkan bela negara? jokowi bilang tidak.

Nah ini jawaban yang blunder dan tidak cerdas. Kalau menwa dan hansip bela negara, apakah mau diterjunkan ke medan perang? masa hansip kakek2 suruh angkat senjata. Menwa ? menwa itu jumlahnya hanya ratusan dan mungkin ada ribuan jika seluruh menwa di kumpulkan, masalahnya bela negara dalam kondisi darurat perang, masa mengandalkan hansip dan menwa?

SBY dan kementrian pertahanan sudah menggodok UU bela negara yang intinya jika itu disahkan otomatis ada kemungkinan wajib militer walaupun terbatas. Jadi akan lebih baik jokowi bilang bahwa pasukan cadanga sifatnya perlu, namun dari mana pasukan cadangan itu, tentunya dari Rakyat yang dilatih jika terjadi ancaman perang, namun wajib militer hanya akan diterapkan jika kondisi dalam bahaya, nah kalaus jawabannya seperti ini malah lebih jelas, bukan menjawab asal dengan Hansip dan menwa.

Penjualan Satelit Indosat
Jokowi membela Megawati dalam hal ini. Dia mengatakan masa itu adalah masa krisis dan menjual satelit adalah pilihan yang diambil megawati. Ucapan jokowi ini mendapat banyak kritik di media karena masa krisis era Megawati sudah lewat.

Yang kedua, rencana jokowi membeli kembali satelit indosat, yang ditanyakan dananya dari mana? hal selanjutnya adalah apakah pihak singapura mau menjualnya kembali. Yang lebih penting, jika satelit dibeli kembali bukannya justru kita rugi? barang lama, dijual dengan harga berlipat lipat? akan lebih bagus jika misalkan jokowi bilang membangun satelit sendiri dan menasionalisasi Indosat, bukan satelitnya.

Jawaban tambahan jokowi juga blunder, dia bilang , jangan memikirkan masa lalu,kita harus berpandangan kedepan ,Nah kenapa dari kemarin tim Jokowi selalu mempermasalahkan HAM ? bukannya itu juga masa lalu? jangan buat STANDAR GANDA seperti amerika dong!

Tugas Kedutaan
Dari debat tanggal 15 juni lalu, baik prabowo maupun jokowi mengangkat kembali topik kemarin, prabowo dengan bocornya dan jokowi dengan tugas kedutaan. jokowi menyatakan seorang duta besar 80% waktunya harus digunakan untuk menawarkan produk indonesia (intinya masalah dagang).

Orang yang tahu sedikit saja masalah politik luar negeri pasti akan heran. Sebagian besar dari kita pasti paham kan tugas kedutaan lebih kearah diplomasi dan politik mengingat duta besar adalah perwakilan Negara di negara asing. Jika masalah dagang itu sudah ada baginnya sendiri yang namanya KONSULAT. Konsulat inilah yang membahas masalah perdagangan.

Agan lebih elegan jika jokowi mengganti kata kata duta besar dengan konsulat, ini lebih realistis. Jangan suruh duta besar malah jualaan. Dari sini jokowi tidak paham masalah kedutaan dan konsulat. Berikut ini adalah petikan tentang konsulat di wikipedia

Seorang konsul atau konsul jenderal adalah pemimpin sebuah konsulat (bahasa Inggris:"Consulate") wakil resmi sebuah negara bertindak untuk membantu dan melindungi warga negaranya serta menfasilitasi hubungan perdagangan dan persahabatan (hal ini yang membedakan tugas antara seorang konsul dengan duta besar yang mewakili sebuah negara) yang ditugaskan di luar wilayah metropolitan atau ibu kota sebuah negara di luar negeri dan berkewajiban menjaga kepentingan negara serta rakyatnya yang berada di negara luar negeri tersebut. Kantor tempat konsul bertugas disebut konsulat atau konsulat jenderal, dan umumnya berada di bawah pimpinan sebuah kedutaan besar, yang biasanya terletak di ibu kota negara. http://id.wikipedia.org/wiki/Konsul



Kalimat Penutup.
Lagi lagi, jokowi kurang pintar menutup debat, jokowi justru membacakan kutipan jendral sudirman
"Satu-satunya hak milik republik ini yang tidak berubah-ubah adalah angkatan perang RI. Marilah kita bersama-sama menjadikan negara Indonesia sebagai bangsa pemenang. Kita semua akan memastikan pesan Jenderal Soedirman itu akan terus tegak dan dirikan,”

Kutipan ini kurang relevan , mana ada presiden yang akan membubarkan angkatan perang RI. Jendral sudirman mengucapkan hal tersebut karena masa itu kemerdekaan indonesia belum di akui, terutama oleh belanda dan sekutu. isi ucapan penutup bisa dibaca disini. Prabowo menutup dengan elegan,Ia menyatakan bahwa inti dari ketahanan indonesia adalah kemakmuran rakyatnya. Jika rakyatnya makmur,maka indonesia akan kuat dari ancaman luar dan dan dalam. Prabowo menutup dengan merinci apa yang akan dilakukan oleh prabowo hatta jika menjadi presiden. Intinya, Ketahanan nasional itu untuk kemaslahatan rakyat juga. Inilah point plus dari prabowo.




Dari sini tampak antara jokowi dan prabowo beda kelas. hal ini wajar karena prabowo berasal dari militer dan jokowi dari sipil. Namun, sekali lagi, sangat disayangkan banyaknya jawaban blunder dari jokowi. Sepertinya tim ahli jokowi harus lebih banyak memberi masukan untuk jokowi dalam debat mendatang. 
Sekian, semoga bermanfaat !
 

3 komentar:

  1. saya sangat terbantu dengan adanya informasi ini. tadinya saya memihak pd jokowi, tapi setelah membaca ini, saya jadi berpikir kembali. bukanya saya tidak memihak sm jokowi lg, tapi lebih tepatnya mempertimbangkan lagi. agar nanti pd saat pemilu datang, tdk ragu2 mau pilih siapa. TQ

    BalasHapus
  2. Menurut Saya,yang menulis percakapan debat ini seharusny tidak memihak ke siapa pun... Indonesia adalah negera demokrasi... Nampak sekali artikel ini sangat memihak ke prabowo, dan negatif ke jokowi. Tidak adil menurut saya... Kalau mao rakyat buat pilihan bukan begitu cara penulisannya. tetapi harus netral, dan sisanya rakyat yang menilainya... Trims...

    BalasHapus
  3. Menurut saya, analisis debat ini cukup objektif, saya cukup terbantu. Untuk menguatkan keobjektifan analisis diberikan bukti-bukti yang jelas yang bisa kita buktikan sendiri

    BalasHapus

Jangan lupa Komentar ya :)