Analisa Hasil Debat Capres 5 Juli 2014


Debat capres kelima tanggal 5 juli telah berakir. Debat kali ini mengambil thema Pangan, Energi dan Lingkungan.


Vis Misi capres 
Dalam debat kali ni, visi misi disampaikan oleh Cawapresnya. Dari pasangan No 1, Hatta rajasanya menyampaikan bahwa visi misi Prabowo hatta menekankan pada kedaulatan pangan dan diversifikasi pangan. Intinya, pangan jangan fokus saja ke padi. Dari sisi Energi intinya juga sama yaitu diversifikasi energi, targetnya meminimalisir pemborosan energi dan pada sisi lingkungan,  Di bidang lingkungan, Prabowo hatta fokus pada issu  perubahan iklim dan konservasi lingkungan.

Sementara JK menyampaikan visi misi dibidang pangan, energi dan lingkungan menyoroti masalah import beras dan krisis energi. JK cenderung menyalahkan Era SBY jilid dua yang pada intinya SBY dan timnya, termasuk Hatta rajasa, tidak becus dalam menangani hal ini.

Pada masalah energi, pandangan JK sama dengan Prabowo hatta yang intinya diversifikasi masalah energi, jangan fokus ke BBM, namun juga harus fokus ke sumber energi lain seperti geothermal dan meningkatkan penggunaan transportasi umum.

Dari visi misi kedua pasangan ini tidak ada satupun yang berani dengan tegas akan memotong atau menghilangkan subsidi dan anehnya dua duanya tidak ada yang bertanya apakah program kerja anda akan mengurangi subsidi BBM? bagaimana prosesnya? tidak ada disitu!. Sepertinya dua duanya sepakat tidak membahas pengurangan subsidi, takut kali ya nanti calon pemilihnya pada lari, namun sebenarnya jika kita analisa, dengan pengurangan BBM dan diversifikasi energi, jelas banget dua duanya akan mengurangi subsidi BBM.

Penajaman Visi misi
Dalam penajaman visi misi, Jokowi menekankan pada mencari pasar eksport bagi para petani. JK menambahkan bahwa pasar agribisnis termasuk sawit harus ditingkatkan kualitasnya dengan memberikan nilai tambah pada produk import. Misalkan kelapa sawit jangan di import mentah, namun di olah dulu, di beri nilai tambah sehingga kualtias exportnya meningkat.

Sebenarnya, jawaban JK ini sama dengan usaha pemerintah SBY sekarang dibidang pertambahangan. Pemerintahan SBY sudah membuat aturan tidak bolehnya mengeksport bahan tambah mentah keluarnegeri. Bahan yang akan di export harus diolah terlebih dahulu sehingga meningkatkan kualitas eksport dan meningkatkan serapan tenaga kerja, ini yang saya tangkap, JK menggunakan Ide ini untuk industri Pangan seperti buah atau Kelapa sawit.

Pada Penajaman visi misi Pangan prabowo hatta, Prabowo menekankan pada pupuk dan penambahan lahan pertanian. Namun sayangnya pertanyaan inti tentang bagaimana cara Prabowo hatta menangani perubahan iklim tidak sempat di jawab oleh Hatta karena waktu habis.

Pendalaman thema energi

Pada pendalaan thema debat energi, Prabowo hatta fokus pada penghematan energi dan pada explorasi pencarian sumber energi baru. Disini Hatta rajasa menyampaikan keinginannya agar BUMN diberi Porsi lebih dalam pengelolaan energi. Dari sini bisa disimpulkan bahwa sudah saatnya BUMN mengelola energi dan sumber energi sendiri serta mengurangi ketergantungan dari perusahaan energi dan tambang asing yang bercokol di indonesia.

Pada pendalaman thema energi, jokowi cenderung fokus pada distribusi energi. Jokowi menyampaikan gagasan seharusnya industri dan perumahan diberikan saluran Pipa gas sehingga mengurangi distribusi manual dengan alat transportasi. Dengan seperti ini, maka penggunaan energi lebih efesien.

Pendapat jokowi ini bagus sekali untuk masalah pembuatan dan penyaluran gas langsung lewat jalur pipa seperti PDAM. dengan seperti ini, jelas banyak yang dihemat dan konversi ke GAS dari BBM lebih optimal. Namun yang perlu digaris bawahi adalah distribusi gas ke perumahan, saya sendiri setuju untuk poin ini, namun pelu ditakankan bahwa pipa gas  untuk perumahan hanya untuk komplek perumahan padat penduduk seperti Apartemen, Hotel, gedung atau rumah susun.

Pendalaman thema lingkungan dan SDA
Pada thema ini, Jokowi fokus pada keseimbangan antara ekonomi, lingkungan. Jokowi menekankan jangan sampai karena mengejar pencapaian pertumbuhan ekonomi, namun lingkungan rusak.JK menambahkan bahwa agar ada keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan lingkungan, solusinya adalah dengan teknologi. Penggunaan teknologi yang tepat bisa meningkatkan produksi pangan tanpa harus terus menerus membuka lahan.

Pada masalah SDA dan kerusakan lingkungan, Prabowo menekankan pada pentingya regulasi dalam masalah sumber daya alam. Prabowo menekankan dan kekeuh dengan ekonomi harus nomor 1 mengingat setiap tahun, jumlah penduduk indonesia naik 5 juta jiwa. Jika kita tidak kekeuh pada ekonomi, maka akan banyak muncul ketimpangan dan pengangguran.  Lagi lagi, Hatta tidak sempat menambahkan gagasannya karena waktu habis. Hatta rajasa cuma sempat menyampaikan bahwa setelah 2015, Indonesia fokus pada  sustainable development goals. Bagi yang ingin tahu istilah itu, silahkan cek http://sustainabledevelopment.un.org/?menu=1300.

Mafia Pangan dan energi
Yusuf kalla menanyakan masalah maling maling dan kleptokrasi yang sering disampaikan oleh prabowo di tujukan kepada siapa? Jusuf kalla secara offensif mengatakan bahwa di kubunya tidak ada maling sementara di kubu prabowo banyak maling. Intinya seperti itu.

Kubu prabowo menyatakan bahwa maksudnya maling itu cenderung ke masalah maling suara dan demokrasi serta kasus kasus mafia dilapangan yang memang terjadi dan oknumnya berasal dari partai pendukung prabowo. Namun Hatta menjawab dengan cerdas bahwa masalah mafia, kalau memang ada buktinya serahkan ke hukum, jangan menuduh tanpa bukti. Kalau maling maling yang disampaikan JK itupun sudah di proses secara hukum dan sudah di jebloskan kepenjara. Jika JK curiga bahwa masih banyak mafia yang belum tertangkap, Hatta secara gentle menyatakan silahkan laporkan ke KPK kalau memang ada bukti.

Prabowo menambahkan bahwa maling disini salah satunya adalah kontrak puluhan tahun dari pihak asing yang merugikan bangsa, itu salah satu maksud maling dari prabowo. Namun ucapan Kalla yang menonjolkan ke Individu di partai pendukung prabowo jelas sangat offensif, seakan akan hukum tidak ada, Untungnya pak Jokowi meredakan bahwa kontek malam ini masalah pangan dan energi, bukan hukum jadi jokowi menanggap prabowo sudah menjawab. Wah jujur saja saya salut dengan jokowi untuk masalah ini. Kembali kemasalah ini karena ucapan JK cenderung mengarah ke hukum yang themanya sudah dibahas di debat pertama.

Masalah Koperasi

berbeda dengan Prabowo yang mengakui pidatonya tentang maling dan kleptokrasi, jokowi tidak mau mengakui ucapannya tentang koperasi. Jokowi menyatakan bahwa koperasi tidak lagi relevan saat ini, namun di debat kali ini, jokowi 'ngeles' seakan akan tidak pernah ngomong seperti itu, padahal beritanya dan linknya dimana mana, pernyataan jokowi tentang koperasi di sampaikannya pada saat kampanye di indramayu. Inti dari kampanye jokowi adalah bahwa koperasi sudah tidak efektif dan tidak menguntungkan nelayan/petani.

Inti dari pertanyaan prabowo adalah integritas jokowi, jokowi ucapannya sering burubah ubah, padahal namanya tokoh dan capres, harus punya integritas tinggi, selain itu  berita , foto video kampanye jokowi di indramayu juga banyak yang menonton. Sangat disayangkan jokowi tidak gentle dan tidak mengakui ucapannya.


Import Beras
JK mengkritik pemerintah SBY dimana Hatta menjadi menteri bahwa semasa jadi wapres tidak pernah import beras, bahkan swasembada beras, namun ucapan ini dibantah oleh Hatta bahwa import hanya dilakukan saat mendesak dan untuk kebutuhan khusus seperti misalkan restouran asing yang membutuhkan beras berkualtias asing.

Prabowo memberi jawaban 'makjleb' bahwa justru JK lah yang pro import dimasanya, prabowo pernah mengkritik JK bahwa justru menegur prabowo yang anti import beras dimasanya. Wah, pasti Pak jK lupa tuh kalau dulu dia malah pro import :D. Tapi kita harus maklum pak jk sudah tua, dan JK lebih sering membahas romantisme masa lalu, masa dia memimpin seakan akan hasil karyanya dan usahanya, padahal masa itu beliu itu wapres dan keputusan tetap dilakukan bersama SBY dan kementrian dibawahnya.

Transkrip lengkap debat bisa anda baca sendiri disini..

Dari 5 debat yang telah dilakukan, masih ada beberapa topik yang tidak dibahas diantaranya masalah Agama,budaya dan pariwisata  tidak pernah disinggung sama sekali, pasti orang orang budaya kecewa karena budaya tidak diperhatikan dan tidak dibahas sama sekali.

Kesimpulan akhirnya, Prabowo hatta menjelaskan point point secara terurut dan rinci, namun sering kehabisan waktu sehingga kadang penjelasannya terpotong, Penjelasan Jokowi JK realistis namun dalam debat cenderung offensif dan menjatuhkan. Siapa yang menang dalam debat ini? anda sendiri yang bisa memutuskan. Semoga gambaran 5 kali debat visi misi ini bisa menjadikan dasar bagi kita dalam mengambil keputusan siapa yang akan kita pilih tanggal 9 juli nanti.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa Komentar ya :)