Pro Kontra Penutupan Lokasi Pelacuran Dolly

Gang Dolly resmi di tutup tanggal 18 Juni kemarin. isu yang katanya akan ricuh dan terjadi bentoran ternyata hanya pepesan kosong. Mengapa penutupan Lokasi pelacuran ini mendapat perlawanan terutama dari warga sekitar dolly dan termasuk Partai PDIP?

Pihak yang kontra
Alasan utama dari pihak yang kontra terhadap penutupan adalah takut penghasilannya hilang. Penghasilan ini tentunya bukan hanya para PSK dan mucikarinya, tapi juga ekonomi penopang dolly yang lain. Diantara kegiatan ekonomi yang menopang dolly adalah parkir, rumah makan, pedagang kecil dan pedagang kali lima, Usaha Laundry dan usaha kecil di sekeliling dolly.

Namun, bukankah Walikota risma sudah memberikan bantuan modal agar mereka bisa bekerja dan berusaha dengan yang halal dan lebih bermartabat. Perhatikan gambar diatas kenapa setiap ada rasia para pelacur ini menutup wajah atau berpaling dari kamera? Karena mereka sadar, pekerjaan mereka itu hina, memalukan, merendahkan martabat perempuan dan merendahkan diri sendiri.

Semantara itu, pihak PDIP menolak penutupan dolly karena menyangkut HAM dan ekonomi warga. PDIP juga menanggap bahwa mereka tidak punya rencana menutup dolly yang sudah beroperasi puluhan tahun, sejak zama belanda katanya. Sekarang cobalah para penolak dan para pendukung PDIP yang menolak penutupan, mau tidak anak perempuannya di jadikan pelacur? mau tidak istrinya di jadikan pelacur? Saya yakin jika akal mereka masih sehat dan masih punya hati walaupun barang sedikit, saya yakin mereka tidak akna mau. Sekarang coba kita lihat para pelacur tersebut? mereka juga punya keluarga, sebagian dari mereka perantau, dan sebagian dari keluarga pelacur ini tidak tahu kalau anak atau istri mereka ternyata bekerja sebagai pemuas sex.

PDIP beranggapan meraka hanya berusaha membatasi aktifitas dolly, bukan menutupnya. Ini pernyataan aneh, namanya lokalisasi itu dari dulu untuk membatasi area gerak pelacuran. Alasan lain yang lebih "Logis" disampaikan oleh para pengamat sosial bahwa Menutup dolly akan berakibat para pelacur tersebut menjajakan diri di jalan jalan dan banyaknya terjadi pelacuran terselubung.

Nah ini juga aneh sebenarnya, itu fungsinya ada hukum. Jika mereka menjajakan diri di tempat tempat umum atau di kafe atau di mall maka mereka artinya melanggar hukum ya tinggal panggil aparat, bukan malah memaklumi.

Pihak yang pro
Pihak yang pro sebenarnya tidak perlu diungkapkan alasannya. Hal ini karena akal sehat dan hati nurani manusia itu tidak mau mendukung atau melakukan kegiatan yang mrendahkan harkat dan martabat perempuan, tersebarnya penyakit menular, hancurnya rumah tangga dan nasab anak yang tidak jelas siapa ayahnya. Dinegara manapun, bahkan orang atheis sekalipun menganggap bahwa pekerjaan pelacur adalah pekerjaan hina.

Pekerjaan melacurkan diri ini, ditinjau dari manapun, dari segi apapun akan bernilai negatif. Tapi kenapa masih ada orang yang membela pelacuran? Mungkin orang orang ini perlu di cek kejiwaannya apakah masih waras atau tidak.

Alasan khusus dari Bu risma sendiri cukup menyayat hati. Beliau sangat sedih ketika mendengar bahwa sebagian pelanggan Dolly adalah anak anak ABG (SD/SMP). Jika anak seumuran itu saja sudah ngesek dan kecanduan seks, bagaimana dengan masa depan mereka dan masa depan indonesia? Bu risma patut di jadikan contoh bagi para perempuan dan pemimpin. Walaupun beliau kader PDIP, beliu adalah kader yang lebih memilih loyal kepada kebenaran dan agama dari pada kepada partai dan golongan.


Oleh karena itu, sudah seharusnya kita mendorong penutupan segala tempat maksiat, bukan hanya dolly, tapi juga semua lokasi pelacuran di indonesia. Selain pelacuran, penjualan minuman keras juga harusnya di hilangkan dari bumi indonesia yang mayoritas muslim. Jika tidak dihilangkan, minimal pemerintah membuat aturan ketat bahwa pembeli minuman keras harus berumur 21+ dan beragama non muslim, disinilah perlunya perda syariat. Kalau non muslim mau makan babi atau minum alkohol silahkan.

Saya berharap presiden mendatang bisa mendukung perda syariah dan memberangus segala bentuk kemaksiatan di masyarakat dan tegas dalam pembarantasannya seperti dalam ketegasan aparat dalam pembrantasakan perjudian dan narkoba.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa Komentar ya :)