Membongkar kerusakan Demokrasi

Demokrasi adalah sistem dan kata yang paling sering di agung agunkan oleh para politikus, entah di indonesia entah di luar negeri semua sama. Para politikus ini menggiring dengan membonceng media pro demokrasi dengan manyatakan bahwa demokrasi adalah sistem terbaik untuk menentukan atau memilih pemimpin ataupun wakil rakyat. 

Demokrasi identik dengan pemilu, pemungutan suara dan voting, itulah mengapa dengan sistem demokrasi ini, lebih mirip srigala berbulu domba. Ingin tahu fakta seputar demokrasi yang diagung agungkan oleh para TIkus itu? Silahkan baca point point berikut ini, 

Suara rakyat suara tuhan, Yakin? 
ini adalah pemikiran paling berbahaya yang didapati baik di masyarakat sekuler ataupun masyarakat beragama seperti di indonesia. Saya akan berikan 2 contoh sederhana yang akan dengan mudah  MEMATAHKAN prinsip suara rakyat suara tuhan.

contoh pertama :
 Anggaplah di lokasi pelacuran (seperti dolly) di lakukan voting untuk menentukan pemimpin, calon A dan B, calon A mealarang pelacuran dan calon B mendukung pelacuran? siapa yang bakal menang di lokasi tersebut? Anda sudah bisa menebaknya pasti CALON yang mendukung pelacuran. SIstem demokrasi rusak ini juga bukan hanya masalah memilih pemimpin, namun juga masalah pengambilan keputusan. Anggaplah bu risma kemarin membuat referendum dan voting di Dolly untuk menyatakan apakah dolly harus di tutup atau tidak? Apa yang terjadi, bisa bisa Dolly masih buka sampai sekarang. Gunakan akal, jangan mudah di cekoki oleh democrazy. 

contoh kedua
Di sebuah daerah yang masyarakatnya suka judi, mengadakan pemilihan suara, calon A mempunyai program kerja "MENUTUP semua tempat judi dan mengganti dengan bisnis Yang halal". dan Calon B  justru sebaliknya. Apa yang terjadi? maka dipastikan yang menang adalah B . Masih bilang suara rakyat suara tuhan?

Pertanyaannnya adalah, apakah Tuhan membela para tukang judi dan pelacuran padahal jelas jelas dengan hati nurani saja kita tahu itu perbuatan yang salah? Masih bilang "suara rakyat suara tuhan?". 


Demokrasi mempunyai ongkos yang sangat mahal

Masih ingat arab spring atau era reformasi 1998? Ongkos yang didapat sangat mahal dengan alasan memperjuangkan demokrasi,  Kerusakakan, pembakaran dan pembunuhan terjadi dimana mana. Demonstrasi besar besaran yang diakhiri kericuhan dengan korban jiwa.

Kita analisa arab spring, yang katanya menumbangkan para diktator di timur tengah? yang terjadi negara negara tersebut dengan dalih ingin negaranya demokratis justru menjadi negara konflik yang tidak stabil, Tunisia, mesir, suriah sudah cukup menjadi contoh nyata. Apakah hasil demokrasi lebih baik? Perhatikan irak? sejek sadam husain memimpin, kondisi aman terkendali, Sadam turun, konflik merembet kesagala penjuru, bahkan ketika amerika dengan bangganya berhasil menegakan demokrasi, perang semakin berkecamuk. 


Alasan untuk menginvasi negara lain

Amerika adalah negara paling brengsek dan paling getol dalam menyebarkan demokrasi, Afganistan dan Irak adala dua negara yang "SUKSES" dengan demokrasinya, sukses nya dimana? konflik yang tidak berkesudahan dan hampir menjadi negara gagal. 

Di internet sendiri sampai sampai ada gambar gambar satir setiap kali amerika menginvasi maka selalu alasannya demokrasi. 


Suara lulusan SD sama dengan suara Profesor 
Dalam demokrasi, suarau lulusan SD sama dengan profesor, sama sama satu suara, suara Ulama sama dengan suara tukang maksiat. Apakah ini sesaui dengan akal sehat ? Pada kenyataannya hal inilah menjadikan semakin rusak.


Sebagai contoh, para ulama dan tokoh agama melarang adanya peredaran minuman keras karena sering menjadi pemicu kejahatan yang lain, namun karena sistem menggunakan sistem demokrasi dan voting, maka jumlah tokoh agam adan ulama sedikit, maka para tukang mabok di daerah itu pasti dijamin memenangkan voting yang akhirnya peraturan melarang peredaran minuman keras GAGAL dibuat. Masih bilang demorkasi adalah SOLUSI?



Tirani Mayoritas dan standar ganda
Dengan alasan demokrasi dan HAM, orang barat dan termasuk sebagian orang indonesia dengan gampangnya ngomong terjadi pelanggaran HAM. Saya kasih contoh sederhana. Di eropa suara adzan masjid tidak bisa keluar dari lingkungan masjid, meraka bilang itu menganggu warga. Jika di lakukan voting pun maka dipastikan minoritas muslim akan kalah.

Namun sunguh luar biasa para pejuang HAM brengsek ini, ketika di indonsia, ada kasus seperti di sleman baru baru ini, tentang seorang pendeta yang sudah menjadikan rumahnya rumah ibadah padahal sebelumnya mengatakan itu hanya tempat tinggal, ketika terjadi kerusuhan, maka ramai ramailah orang barat dan media yang anti islam menyebarkan fitnah tentang pelanggaran HAM yang terjadi. 

Masih bilang demokrasi SOLUSI? demokrasi adalah sistem yang secara masiv dan struktur menjadikan kerusakan menjadi lebih rusak jika masyarakatnya sudah rusak. Artinya demokrasi ini hanya baik jika masyarakatnya masih baik, namun ketika sudah tejadi pergeseran nilai nilai ketika masyarakat nya sudah rusak dari sisi agama, ahlak, dan budaya hedonisme, sudah bisa dipastikan Demokrasi AKAN MERUSAK dan menghancurkan masyarakat tersebut.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa Komentar ya :)