Review Film BlackHat (2015)


Blackhat adalah film pertama yang saya tonton di tahun 2015. Alasan menonton film ini ada dua yaitu karena sebagian adegan di lakukan di jakarta dan karena themanya tentang Hacker. Film hacker sendiri sebenarnya sudah sering dibuat, namun blackhat mempunyai perbedaan yang sangat jauh dari film film sebelumnya. Jika di film hacker lain, tool dan teknik hackingnya menggunakan "Hollywod operating system" yang tidak realistis, Blackhat justru menggunakan Linux yang memang benar benar dipakai oleh hacker.  Tiga bintang utama di film ini adalah Nick hattaway yang diperankan oleh Cris Hemsworth,  Nick adalah hacker yang dipenjara di US. Chen dawai diperankan oleh Leehom wang, Chen adalah seorang ahli Cybersecurity di militer cina. Chen Lien diperankan oleh Wei tang. Lien adalah adik dari Dawai, Lien sendiri adalah ahli keamanan jaringan. 


Sebelum bercerita lebih jauh, anda perlu pahami bahwa dunia hacker dibagi menjadi 3 yaitu White hat Hacker (hacker baik), Blackhat hacker (Hacker jahat ) dan Grey hat hacker (Kadang jahat kadang baik). 

Alur Cerita

Film dimulai saat sebuah virus menyerang instalasi Nuklir di cina yang menyebabkan ledakan besar serta kebocoran nuklir. Para pejabat cina termasuk bagian Cybersecurity mengatakan bahwa penyebab utama karena rusaknya pendingin reaktor yang menyebabkan ledakan. Pendingin reaktor ini dikontrol oleh sistem kendali berbasis mikrokontroler dengan merek tertentu. Terus bagaimana hacker bisa menyerang? 

Ternyata hacker memanfaatkan virus sejenis Stuxnet yang targetnya untuk menyerang instalasi nuklir. Logikanya sederhana, virus berusaha mengecek apakah mikrokontroler yang dipakai adalah merek X,jika iya maka jalankan kipas pendingin sampai melebihi RPM (rotasi per menit ) dari kipas tadi yang efeknya, kipas pendingin akan patah dan sistem pendingn mengalami kegagalan. Karena pendingin gagal, maka reaktor nuklir meledak dan terjadilah kebocoran nuklir. 

Film ini memang terinspirasi dari stuknet, virus yang menyerang instalasi nuklir Iran, jika kode dijalankan di PC, maka virus tidak bereaksi apapun, namun jika virus mendeteksi dalam jaringan ada sistem mikrocontroller dengan fungsi X, maka virus itu baru bekerja. 

Militer cina berusaha bekerja sama dengan CIA dan NSA, dua lembaga amerika untuk menangani masalah ini. Pihak cina meminta seorang bantuan agar Amerika melepas seorang hacker yang dipenjara karena hacker itulah yang semula menulis kode "DASAR" dari virus yang menyerang instlalasi nuklir cina. 

Adegan di Indonesia
Film ini mengambil adegan puncaknya justru di jakarta. Bukan hanya itu, pemeran bandit banditnya pun asli orang indonesia. Adegan di jakarta berlokasi di pasar tanah abang, Papua square dan Monas serta beberapa tempat di jakarta yang saya sendiri kurang begitu tahu.




Nilai plus di film
Nilai plus dari film ini ada disesi hackingnya. Sang sutradara Michael man berusaha membuat adegan film Hacker serealistis mungkin, tampak sekali OS linux, command line, Android dan tool tool asli  yang dipakai beneran oleh hacker. Saya akan membuat penjelasan khusus ini lain waktu. Intinya Blackhat adalah film Hacker pertama yang menunjukan proses hacking dengan tool realistis. Segala adegan yang ada di blackhat bisa dicoba sendiri oleh anda. Hal ini jelas berbeda dengan film hacker lain yang kebanyakan menggunakan OS super canggih berbasis GUI yang sangat tidak realistis. 

Sayangnya, bagian ini menjadi nilai MINUS bagai yang bukan orang komputer mengingat adegan ini terlihat membosankan melihat sang hacker mengetikan perintah meremote server dengan command line. Michael mann sendiri mempunyai konsultan security komputer sebelum membuat film ini sehingga hasil akhirnya sangat realistis bagi seorang ahli komputer seperti mahasiswa IT atau admin jaringan. Sekali lagi, bagian ini justru terasa membosankan bagi orang awam.

What The Hell Moment
Banyak adegan yang kurang perlu di film ini, misalkan aksi mengejar penjahat yang melewati lorong lorong, dialog dialog picisan yang tidak perlu serta yang paling What the hell adalah drama percintaan antara Lien dan Nick. Sangat tidak realistis, 

Adegan WTHell lain yang sangat terasa adalah saat Nick menjebak pejabat NSA untuk mengklik attachment yang berisi keylogger sehingga si hacker bisa tahu apa password server NSA. Pada kenyataannya, memang cara inilah yang paling sering dipakai oleh hacker /cracker/bad guy untuk mendapatkan password dari korbannya. Hanya saja begini, Masa seorang pejabat NSA (nasional Security Agency AMERIKA) bisa dengan mudah di jebak dengan model hacking seperti ini?

Apakah layak di tonton?
Walaupun bagi saya sendiri film ini sangat keren dan bagus mengingat saya seorang programer dan pernah jadi admin jaringan, namun saya yakin bagi anda yang awam tentang komputer, film ini terasa boring. Sebagian adegan bahkan sangat susah dipahami bagi yang tidak tahu jaringan komputer. Jadi mau nonton atau engga terserah anda. 

Film ini jeblok dipasaran menurut saya bukan karena tidak bagus, namun karena kritikus film sendiri tidak paham adegan hacker di depan komputer, kebanyakan review mengatakan Booring, adegan di komputer dianggap terlalu lama dan tidak penting dan seterusnya. Padahal itulah intinya Blackhat.

Jika anda ingin membaca penjelasan teknis dari perintah perintah yang diketikan oleh si hacker baca artikelnya disini

sekian dulu, semoga bermanfaat!

2 komentar:

  1. Betul yg sangat menggangu adegan percintaan ny coba klo nick sendiri saja tidak usah ada cewe segala

    BalasHapus
  2. Michael Mann adalah salah satu sutradara yg berhasil membuat film terbaik spt Heat (1995) yg diperankan oleh Robert DeNiro. Tapi akhir2 ini film produksinya menurun drastis baik dari review maupun gross filmnya. salah satunya film ini. Sejujurnya saya apresiasi film ini karena sutradara yg saya kenal karena saya adalah penggemar salah satu filmnya (Heat) dan film ini adalah yang Terburuk bagi saya dan juga para reviewer di media massa asing sana seperti rotten tommatoes dan imdb. Hal yg paling WTF moment selain yg admin sebutkan di atas menurut saya adalah di bagian klimaks atau suting di Indonesianya. mengapa? Karena dalam adegan ini saya melihat banyak sekali scene dimana karakter Indonesianya berasa dijelek-jeleki. pertama ada orang resepsionis di sebuah gedung elit ditanya sama cewenya "could you speak English". sekilas terlihat biasa aja tapi menurut saya dialog ini sedikit menyakitkan saya apakah orang Indonesia yg kerja di sebuah resepsionis kantoran elit tidak bisa berbahasa inggris dlm arti seburuk itukah rakyat kita dlm berkomunikasi bahasa internasional?. kedua masih di karakter yg sama (cewe td) di sebuah jalan raya sebelum memasuki taksi dia menumpahi air kopi ke sebuah kertas ditangannya kemudian dia melempar kopi tersebut dengan sengaja seperti orang membuang sampah sembarangan dan tidak peduli lingkungan sekitar. padahal ini negara dan gtanah milik kita mengapa mereka sebegitu angkuh terhadap negara ini, karena rendahnya pengawasan kita, pemerintah kita, atau apa?. oke ini hanya sebuah film, semua adegan hanya dibuat2 saja, mungkin sang director sendiri sudah meminta maaf terhadap crew dan nama yg bersangkutan dalam pembuatan film ini. tetapi bila kita menonton sebuah film atau melihat objek lain mungkin ga ada salahnya bila kita mencoba untuk menganalisis sebuah kejadian dan hasil persepsi pandangan org pasti berbeda dan ini adalah hasil persepsi saya bahwa saya tidak suka film ini karena ada byk adegan yg mendiskriminasi rakyat Indonesia. sekian dri saya mohon maaf bila ada kesalahan dalam tutur kata saya trms.

    BalasHapus

Jangan lupa Komentar ya :)