Mengambil Pelajaran dari kasus Pelacur Tataa Chuby

Kasus terbunuhnya Pelacur yang menawarkan jasanya secara online lewat twitter seudah berhari hari ini dibahas media online, elektronik maupun surat kabar. Sayangnya berita berita itu melebar kemana mana dan terkesan "membela" tata si pelacur tersebut.



liat screenshoot diatas. Itu screenshoot dari pelanggan tata yang Puas dengan servicenya. Si Tata ini pelacur profesional, masa pelacur seperti ini dibela. Memang, si Tata ini korban pembunuhan, namun perbuatan tata yang menjajakan dirinya secara online juga melanggar nilai nilai sosial masyarakat dan menghancurkan kehidupan orang lain. Bayangkan jika seorang istri tahu suaminya  JAJAN dengan wanita muda dan cantik seperti si tata ini,bisa berantakan itu rumah tangga.

Disini , saya fokus bagaimana kita mengambil pelajaran dari kasus Tata tersebut serta saran dan masukan untuk berbagi pihak.

Katakan pelacur sebagai Pelacur
Banyak media memperhalus kata PELACUR dengan tuna waria, wanita penghibur, pekerja seks komersial, atau kalimat halus lainnya. Kata kata halus ini seakan akan membuat pekerjaan ini hal yang biasa. Sudah saatnya kata PSK,tuna waria diganti dengan PELACUR. makna NEGATIF ini diharapkan akan membuat orang secara psikologis menjauh dari dunia pelacuran.

Menikah tidak menjamin lepas dari Zina
Si pembunuh ini ceritanya sudah menikah, istrinya sedang hamil dan mungkin dia ingin melampiaskan napsunya ke tempat lain.Namun intinya dia sudah menikah. Laki laki menikah tidak menjamin dia tidak tergoda dengan wanita lain. Jadi bagi para istri, JAGA SUAMINYA baik baik, misal dengan selalu berdandan di depan suami sehingga suami ga bosan.

Jangan mengambil keputusan saat Marah
Si santoso ini kan ceritanya tersinggung karena ucapan si pelacur, akhirnya di bunuh deh pelacurnya. Disini pelajarannya, jangan mengambil keputusan kalau sedang marah, dalam setiap HAL. ambil keputusan saat kepala dingin.

Pelacur Bukan pahlawan
Menjadi TKW atau pembantu lebih mulia daripada pekerjaan pelacur. Seorang pelacur tetap pelacur, mau dia korban pembunuhan kek, di aniaya sama pelanggannya atau apapun, dia bukan pahlawan. Sayangnya masyarakat hanya fokus pada PEMBUNUHANNYa, faktor pelacuran justru seakan akan di toleransi.

Saran bagi polisi
Harap polisi punya tim cyber yang tidak hanya mikir terorisme, namun juga masalah prostitusi online. Saya yakin polisi bisa melakukan tracking online dan menangkap semua pelacur yang menjajakan diri lewat internet.

Saran bagi kominfo
Tolong di blok tuh pelacuran online dan akun akun pelacur di jejaring social, jangan cuma memblokir situs situs berita tentang ISIS. 

Diakhir tulisan ini, saya sadar ,saya bukan orang suci kok, saya manusia biasa yang bisa salah juga. Namun, seandainya kita tidak saling menasehati dan menunjukan yang benar itu benar dan yang salah itu salah, maka kasus pelacuran dan pembunuhan seperti ini akan terus berlanjut. (DALAM HAL INI PELACURAN ADALAH SALAH DARI SISI HUKUM, SOSIAL, MORAL ATAUPUN AGAMA).

semoga tulisan ini ada manfaatnya dan semoga pembunuhnya pun di hukum setimpal dan menjadi pelajaran bagi para suami yagn suka jajan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa Komentar ya :)