Review Film Salah Asuhan (1972)


Film salah asuhan adalah film tahun 1972 yang merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama yang terbit di tahun 1928. Novel karangan Abdoel Muis ini tidak di filmkan seting aslinya, namun diadaptasi untuk kondisi tahun 1972. Menurut saya pribadi, alasan utamanya adalah masalah dana. Karena jika film ini dibuat dengan latar belakang tahun 1928, tentunya biayanya membangkak, maka Asrul sani sebgai sutradara mengupdate latarnya ke tahun 1972 tanpa mengubah isi cerita. 

Inti ceritanya adalah pertentangan Budaya barat dan timur. hanafi adalah putra padang yang disekolahkan di Eropa, Sekembalinya dari Eropa dia merasa malu dengan kondisi bangsanya sendiri dan merasa bahwa Kenapa Indonesia tidak maju karena pola pikir kita kampungan, tidak modern, terlalu kaku dengan budaya dan agama. 


Hanafi disekolahkan oleh Pamannya dan berharap bahwa Ia mau menikah dengan putrinya Rapiah sekembalinya dari Belanda. Sayangnya Sekolah 10 tahun di eropa itu membuatnya Angkuh dan sombong. Dia Justru jatuh cinta pada Putri seorang kaya Kawin campuran Belanda - Minang bernama Corrie.  Namun setelah dia tahu bahwa yang membiayai Kuliahnya adalah Pamannya dan karena permintaan ibunya akhirnya dia menikah dengan rapiah. 


Namun karena tidak cinta pada rapiah, dia lari ke jakarta untuk mengejar Corrie, Gadis blasteran yang dicintainya. Pernikahan dengan Corrie pun akhirnya tidak berjalan mulus karena ternyata Watak angkuh, sombong dan egois serta pencemburu dari Hanafi membuat mereka bercerai.Alasan utamanya adalah karena Corrie di tuduh selingkuh atau menjadi pelacur papan atas di jakarta tanpa bukti. Keangkuhan Hanafi terliha disalah satu adegan saat dia ingin mengundang teman temannya ke pesta ulang tahunnya namun hanya dibatasi bagi yang bersekolah di Eropa, Hanafi menganggap bahwa sekolah di Indonesia itu ibarat (emas ) sepuhan. . 

Akhirnya Corrie bercerai dengan Hanafi dan dia pindah kebandung untuk mengurus anak yatim, Corrie adalah perempuan yang baik dan dia hanya ingin merasa berguna bagi orang lain. Setelah sekian lama dibandung, dia terkena penyakit parah. Saat sakit inilah Hanafi baru menyadari bahwa Corrie tidak pernah selingkuh apalagi menjual diri. Sayangnya Saat hanafi datang, Corrie sedang sekarat dan akhirnya meninggal. 

Sejak kepergian Corrie, Hanafi akhirnya memutuskan untuk pulang kampung ke padang, dengan harapan bisa diterima kembali oleh Ibu dan Rapiah, Istrinya yang ditinggal pergi. Namun sayangnya sampai di rumahpun, Rapiah sudah tidak menerima Hanafi lagi, bahkan ia tidak rela Anaknya di sentuh oleh Hanafi, Hanya ibunya yang masih mau menerimanya.  Hanafi menyadari bahwa dia sudah tidak ada tempat lagi dan menyadari keangkuhan dan kesombongannya. 

Diakhir cerita dia pergi dari kampungnya di padang dan entah kemana, Rapiah bilang pada ibu hanafi (mertua sekaligus bibinya)

Rapiah :" Dia sebenarnya orang baik bu!"
Ibu hanafi:" Setiap anak terlahir baik, hanya kita saja yang tidak pandai mengasuh!".

Itulah inti cerita dari Film salah Asuhan.  Ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari film ini.


  1. Pendidikan dan lingkungan mempengaruhi cara pandang seseorang
  2. Seseorang dilihat dari siapa temannya
  3. Kasih Ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang Galah
  4. Pernikahan beda Agama, Suku apalagi budaya sangat sulit disatukan dan penuh dengan halangan.
  5. Bahwa Kepintaran tanpa di sertai dengan adab dan Ahlak yang baik tidak akan berguna dimasyarakat.
  6. Sabar(jangan egois/jangan memaksa), karena tanpa kesabaran kita pada akhirnya tidak bisa mendapatkan apa apa.
  7. Time heal everythng. Hadapi kesulitan dengan kesabaran, Roda berputar, hidup tidak selamanya susah dan tidak selamanya mudah. Bersabar dan bersyukur adalah kunci ketenangan hidup.
  8. Jangan lupa asal muasal kita (Menghargai budaya sendiri dan tidak merasa minder )
  9. Cintailah orang yang mencintai kita
  10. Berprasangka baik dan Pikir dulu sebelum berucap. 

Film ini cukup bagus apalagi dilihat dari dialognya yang mengalir dan penuh makna, namun ada beberapa adegan yang terpotong semisal Hanafi tiba tiba di jakarta dan sudah menikah dengan Corrie, padahal dalam ceritanya dia menikah dulu dengan Rapiah dan baru menikahi Corrie, ini tidak diceritakan di film jadi terasa bahwa film ini ada Gap. 



berikut ini Saya beri contoh dialog yang sangat  cantik, renyah menarik dan penuh makna antara Ibu dan Hanafi. 


Dialog antara Hanafi dan ibunya saat ibunya sedang menyirih dan duduk dilantai :

Hanafi :"Ibu benar benar orang kampung, Ada kursi masih saja duduk di lantai."

Ibu hanafi:" Penat pinggangku duduk di kursi".

Hanafi: "Itulah salahnya bu, bangsa kita dari kampung, Tidak mau mengikuti perputaran zaman, Lebih suka duduk rungku sepanjang Hari. Eeeh...Taunya banyak kerbau bangsa kita ini. dan segala sirih menyirih ..eeeh....*dengan nada nyinyir. 

Ibu hanafi :" Hati pamanmu tersinggung sekali"

Hanafi:" Kenapa? Aku tidak keberatan mereka datang setiap hari untuk makan enak selagi aku masih dikantor, Sebab aku tidak bisa bergaul dengan orang-orang seperti itu. 

Ibu hanafi:" Kau harus Hormat dan patuh pada Pamanmu".

Hanafi :" Sejak kapan putusan itu diambil?".

Ibu Hanafi:"Semenjak dunia terkembang Hanafi".

Hanafi:" Orang boleh saja mengambil keputusan semaunya, Aku tidak perlu hirauka, Aku tidak pernah berhutang padanya".

Ibu Hanafi:"Besar sekali hutangmu pada mereka hanafi!, 10 Tahun kau sekolah di Belanda nak, Dari mana uang untuk Mengongkosi engkau kalau bukan barkat bantuannya. "

Hanafi:" Sekolah yang akhirnya tidak ada hasilnya, Ah sudahlah, mereka boleh hitung berapa hutangku.nanti kucicil dari Gajiku.

Ibu Hanafi :" Pamanmu tidak menunggu piutang nak, Hutang budi dibawa mati, Dia berharap kau mau menerima anaknya rapiah jadi Istrimu".

Hanafi " Heh... gadis bodoh tadi?, Makan pake sendok garpu pun dia tidak bisa! Apa menurut ibu 
Dengan perempuan seperti itu, orang berpendidikan seperti aku harus kawin?, apa sepadan?".

Ibu Hanafi:" Dia juga orang bersekolah".

Hanafi :"Ahh... Sepuhan, sepuhan semua...!

Ibu Hanafi :" Dengan keangkuhanmu, Bidadaripun tidak sepadan dengan engkau!".


Di sisi lain, Sosok hanafi yang diperankan oleh kurang pas jika Dicky Zulkarnain kurang cocok. Dicky berkulit gelap dan lebih mirip orang jawa ketimbang orang Padang. Bagaimanapun juga, Film ini tergolong bagus apalagi dibuat di tahun 1972. penilaian pribadi, film ini dapat 4/5 Bintang dari sisi dialog ataupun alur ceritanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa Komentar ya :)