Review War For Planet of The Apes (2017)

War For Planet of The Apes Adalah film ketiga dari Trilogi Planet of The Apes. Film pertama berjudul Rise Of Planet of the Apes menceritakan tentang Virus kera yang menyerang manusia dan film kedua berjudul Dawn Of Planet of The Apes yang merupakan konflik lanjutan antara bangsa Kera dan Manusia yang bertahan menghadapi wabah Virus kera.  

Di Film ketiga ini, diceritakan Para Kera yang hidup di hutan berusaha menghindari perang dengan Manusia. Sayangnya Manusia terus mengejar mereka dan menyerang persembunyian Para kera pimpinan Caesar. Mau tidak mau kera harus berusaha mempertahankan diri karena kekejaman pasukan Manusia yang tidak ada rasa ampun, para tentara ini diperintahkan pimpinannya yang seorang kolonel untuk membunuh setiap kera yang ditemukan, baik kera betina ataupun anak kera yang masih kecil. Kalau dalam bahasa manusia lebih tepat disebut Genocida. 



Walaupun saya menduga bahwa alur cerita ini datar dengan pola Perang Kera Vs Manusia dan siapa yang paling pintar akan menang dengan strategi masing-masing, ternyata saya salah besar. Film ini jauh lebih besar temanya ketimbang perang antara dua spesies yang berbeda. Disana ada keinginan survival baik dari bangsa Manusia ataupun  bangsa Kera. Manusia ingin survive sebagai satu satunya spesies cerdas di bumi dengan cara menghancurkan seluruh kera dan bangsa kera hanya ingin bertahan hidup. Permasalahannya Virus kera makin ganas dan jika kera-kera ini tidak dibasmi, bisa dipastikan Kera lah yang akan menguasai bumi dan jadilah Planet of The Apes

Saat anda menonton diawal cerita, nampak sekali bengisnya manusia membantai kera tanpa ampun sedangkan kera sendiri masih punya rasa sisi 'kemanusian'. Lihatlah poster filmnya dimana Caesar (Rajanya kera) naik kuda dan dibelakangnya ada anak kecil. Seakan akan film ini menunjukan bahwa Kera punya rasa 'Kemanusian' yang lebih tinggi dari spesies manusia. Tapi apakah memang benar seperti itu? Apakah para tentara dan Kolonel pemimpinnya tidak punya rasa kemanusian. Jawabannya lebih kompleks dari yang saya duga.

Yang jelas, dari alur cerita yang berliku, Efek komputer yang luar biasa, adegan perang yang sangat cantik dan konsep survival dari dua spesies pintar di film ini benar benar di racik dengan sangat cantik. Film ini punya pesan moral yang luar biasa besar. Bahwa sebenarnya kita berperang bukan semata mendukung Ras kita (bangsa kita) Tapi banyak didalamnya tercampur dengan konflik kepentingan  yang ujungnya terjadi Penghianatan dan Pengorbanan yang besar hanya demi bertahan hidup.

Film ini seakan akan menggambarkan bagaimana manusia disepanjang sejarahnya penuh dengan konflik perang yang perkara utamanya di lingkaran perebutan kekuasaan, kesombongan, Fasisme dan menganggap kelompok lainnya ancaman. 

Review Spoiler

Diawal cerita, sekelompok pasukan tentara dari satuan Alpha -Omega sedang bersiap siap melakukan penyergapan markas Kera. Pada awalnya para kera ini kalang kabut sampai akhirnya Caesar dan bala bantuan datang dan berhasil mengalahkan tentara. Yang menarik saat selesai perang, ada 4 tentara yang tertangkap dan 1 ekor kera yang membelot kemanusia yang dulu merupakan pengikut Koba ( Kera antagois di film kedua). Disini artinya ada kera penghianat yang lebih suka bangsanya sendiri kalah dan hancur, ga jauh beda dengan manusia kan? 

Dengan alasan ingin memberi pesan damai ke Kolonel (Pimpinan tentara) maka 4 tentera tersebut di lepas, sementara itu Kera penghianat yang tertangkap melarikan diri. Malamnya tanpa diduga, Pasukan Alpha -Omega langsung di pimpin sang kolonel menyerang sarang utama kera. Beberapa tentara berhasil dilumpuhkan tapi yang tragis anak dari Caeasar yang bernama Copernicus terbunuh bersama ibunya Sementara itu Kolonel berhasil lolos. 

Caesar berniat balas dendam dengan meninggalkan bangsa kera dengan mengikuti pergerakan pasukan tentara ini. Di dampingi 3 kawan baiknya akhirnya mereka sampailah pada markas tentara Alpha-Omega yang letaknya dibawah sebuah gunung bersalju. Sebelum sampai sana, mereka bertemu dengan kera bernama 'Bad Ape' dan menemukan fakta mengejutkan bahwa Sang kolonel membunuh pasukannya sendiri dengan alasan yang belum di ketahui. 

Singkat cerita, akhirnya Caesar berhasil menemukan markas tentara, namun dia melihat sesuatu yang mengejutkan, ternyata ada ratusan Kera yang ditahan disana, lebih mengejutkan lagi ternyata kera kera itu adalah warganya sendiri. Jadi saat Caesar pergi, ternyata pasukan Alpha Omega menawan semua bangsa kera yang ditinggal Caesar termasuk anak kedua Caesar yang masih kecil. Saat Caesar melakukan pengintaian di markas Tentara, Dia ketahuan oleh kera bernama 'Donkeys' (bagian dari pasukan Alpha Omega) dan akhirnya ditawan bersama kera  yang lain.  Kera kera yang ditangkap ini disuruh kerja paksa membangun bangunan yang ternyata adalah bangunan Benteng.

Dari sinilah Caesar sadar bahwa Pasukan Alpha-Omega berusah menyiapkan diri dari serangan pasukan Dari Utara. Loh kok aneh? Ya pasukan ini akan diserang oleh pasukan Manusia lain dari sisi utara. Kenapa? ternyata bagi pasukan dari utara, Tentera Alpha - Omega terlalu ekstrim dalam membrantas kera dan bahkan membunuh tentaranya sendiri dengan alasan terentu yang akhirnya kita tahu bahwa alasan kenapa Kolonel membunuh anak buahnya sendiri karena virus kera telah bermuatasi yang menyebabkan manusia mengalami Devolusi (Evolusi terbalik), dia tahu bahwa Ketika Kera makin cerdas, Manusia yang bertahan terhadap virus ini sekamin mengalami kemunduruan. Virus kera yang telah bermutasi ini jika tidak diberantas maka bangsa manusia akan musnah. Kolonel bersikap tegas, siapapun yang sudah mengalami gejala-gejala tidak bisa bicara hukumannya mati, termasuk anaknya sendiri. 

Dari sisi pandang Kolonel, Tidak ada yang salah dari hal tersebut, Jika yang terjangkiti virus tidak dibunuh maka virus akankan menyebar ke tentara yang lain. Kolonel menyebut peperangan antara bangsa manusia dan kera dengan Holy-war. Maka satu satunya cara agar manusia selamat adalah dengan membunuh semua kera dan semua manusia yang terjangkiti virus tersebut. 

Singkat cerita, pasukan Dari Utara menyerang benteng dan sukses menghancurkan Tentara sang Kolonel. Saat Pasukan dari Utara ini mereka merayakan kemenangan, tiba-tiba longsor salju yang sangat besar menghancurkan semua yang ada dibawah gunung tersebut, sementara itu, Para kera berusaha menyelamatkan diri dengan berlari dan naik ke pohon-pohon yang tinggi agar tidak terkena guguran salju. 

Sungguh pelajaran yang luar biasa dri film berdurasi 2 jam 20 menit ini. Dari sini seakan akan sutrada mengatakan bahwa dalam perang atau politik tidak ada kawan sejati dan musuh sejati. Dari sini juga ada pesan bahwaa  persamaan satu spesies, Satu Ras, satu bangsa ataupun satu agama itu semua bisa ditinggalkan demi kepentingan pribadi apalagi demi alasan Survive. War For Planet of The Apes tidak sedang menceritakan perang manusia melawan Kera, namun Perang kita  melawan Ego kita sendiri. Selain itu film ini menggambarkan bahwa spesies apapun punya sifat dasar mempertahankan jenisnya walaupun harus melakukan tindakan biadab termasuk melakan genocida  kelompok lain. Pelajaran yang lain adalah bahwa Rasa lebih tinggi dari bangsa lain, Sombong, dan ego kolompok bisa membuat kehancuran untuk semua pihak. Saya sangat puas menonton film ini dan  nilai untuk film ini  adalah  5/5 bintang.

Bagi yang sudah menonton namun masih bingung plotnya dan awal mula virus akan lebih baik menonton dulu film Rise of Planet of The Apes dan Dawn of Planet of the Apes.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arti kata Fuck

Cara beli Tiket Bioskop Dengan M-TIX

Panduan Cara Naik Pesawat Untuk Pemula