Proses Pendaftaran CPNS 2018 sudah usai dan sekarang masuk dalam tahap berikutnya yaitu seleksi berkas. Ada lebih dari 4.4 Juta akun di situs SSCN namunhanya 3.6 Juta yang menyelesaikan proses pendaftaran.

Banyak hal yang bisa kita apresiasi dalam penerimaan CPNS tahun ini diantaranya


  1. Sistem satu pintu sehingga tidak memungkinkan CPNS melamar didua tempat yang berbeda
  2. Terintegrasi dengan Database disdukcapil yang memastikan bahwa akun berdasarkan KTP.
  3. Serentak untuk Kementerian/ Lembaga dan Pemerintah Darah 
  4. Berbasis Online sehingga bisa mendaftar dimana saja dan kapan saja selama masih dalam masa pendaftaran 
  5. Transparant karena bisa melihat jumlah pendaftar dalam satu formasi 
  6. Memfasilitasi pelamar Honorer, Diaspora, disabilitas Cumloude dan Atlet berprestasi selain pelamar Umum 
Namun bukan berarti tidak ada kekurangan dalam sistem ini berikut ini adalah kritik untuk penerimaan CPNS ditahun mendatang 


Persiapan yang tidak matang 

Hal ini nampak dari jadwal yang di undur berkali kali dan termasuk ada Pemerintah daerah yang sudah disetujui formasi CPNSnya akhirnya di coret karena anggaran daerah sudah lebih dari 50% untuk belanja pegawai ( kota bengkulu).dan data pelamar di reset agar bisa memilih formasi di pemda/K/L yang lain. 


Forlap Dikti 

Aturan yang terus berubah membuat pelamar kebingungan karena informasi menjadi simpang siur, salah satu yang paling saya soroti adalah Aturan Lulusan S1 keatas harus terdaftar di Forlap dikti ( forlap.ristekdikti.go.id) yang akhirya direvisi sehingga tidak menjadi syarat lagi. Ada beberap alasan kenapa aturan ini hilang yang pertama server Forlap Overload sehingga tidak mampu mengatasi banyaknya pencarian data di web . Yang lebih menyedihkan justru saat pelamaran ini lah website ini down selama lebih dari 4 Hari karena alasan perawatan server . Alasan kedua karena Perguruan tinggi yang tidak disiplin melaporkan Alumninya di forlap membuat banyak alumni yang namanya tidak ada di situs forlap dikti ataupun situs verifikasi Ijasah di ijazah.ristekdikti.go.id. 

Aturan memang sudah berubah, namun publikasi dan sosialisasi aturan baru ini tidak merata keseluruh instansi terutama Panitia  Lokal di Pemerintah daerah sehingga banyak yang masih mensyaratkan hal ini. 

Seandainya aturan alumni harus ada di halaman forlap dikti dibuat untuk tahun depan, harapan saya kemanpan dan Ristekdikti harus benar benar memastikan bahwa server sudah siap  dan tentunya sosialisasi lebih jauh ke kampus agar melaporkan alumninya ke ristekdikti dengan data yang lengkap. 


Formasi Honorer K2 Harus dibawah 35 Tahun
Ada ratusan ribu K2 saat ini, namun pemerintah memberikan persyaratan yang sama dengan pelamar Umum yaitu umur maximal 35. Efeknya ada ratusan ribu yang tidak bisa mendaftar CPNS karena rata rata Umur K2 lebih dari 35 Tahun bahkan sudah diatas 40 Tahun .  Semoga kedepannya UU ASN bisa direvisi sehingga K2 bisa ditampung tanpa melihat Umur. 


Tiga kritik diatas semoga bisa diperbaiki ditahun mendatang!

Apresiasi dan Kritik Penerimaan CPNS 2018



Jika anda menginstall aplikasi info BMKG, anda pasti sering mendapat notifikasi jika telah terjadi gempa disuatu daerah di Indonesia. Salah satunya adalah seperti yang terjadi di Palu kemarin. Berikut ini adalah tampilan dari aplikasi

Fokuskan pada Magnitudo dan Skall MMI diatas.
Gempa tersebut terjadi dengan kekuatan Magnitudo 7.7 Skala richter dan dirasakan diberbagai daerah di sekitar palu dan donggala dengan berbagai skala MMI tergantung lokasinya. Bagaimana gambaran kerusakan dan efek gempa yang terjadi dari 2 skala diatas?

Berikut ini adalah penjelasan yang saya dapat dari wikipedia yang saya rangkum untuk anda.

Efek Gempa dari Skala Richter


Skala RichterEfek gempa
< 2.0Gempa kecil , tidak terasa
2.0-2.9Tidak terasa, namun terekam oleh alat
3.0-3.9Seringkali terasa, namun jarang menimbulkan kerusakan
4.0-4.9Dapat diketahui dari bergetarnya perabot dalam ruangan, suara gaduh bergetar.
Kerusakan tidak terlalu signifikan.
5.0-5.9Dapat menyebabkan kerusakan besar pada bangunan pada area yang kecil.
Umumya kerusakan kecil pada bangunan yang didesain dengan baik
6.0-6.9Dapat merusak area hingga jarak sekitar 160 km
7.0-7.9Dapat menyebabkan kerusakan serius dalam area lebih luas
8.0-8.9Dapat menyebabkan kerusakan serius hingga dalam area ratusan mil
9.0-9.9Menghancurkan area ribuan mil
10.0-10.9Terasa dan dapat menghancurkan sebuah benua
11.0-11.9Dapat terasa di separuh sisi bumi. Biasanya hanya terjadi akibat tumbukan meteorit raksasa.
Biasanya disertai dengan gemuruh. Contohnya tumbukan meteorit di teluk Chesepeak.
12.0-12.9Bisa terasa di seluruh dunia. Hanya terekam sekali, saat tumbukan meteorit
di semenanjung Yucatan, 65 juta tahun yang lalu yang membentuk kawah Chicxulub
> 13.0Belum pernah terekam


Dari informasi yang kita dapat skala gempa di palu adalah 7.7  maka kerusakan yang ditimbulkan merupakan kerusakan serius dalam area yang lebih luas dari 160KM dari pusat gempa. Kekurangan dari Skala ini adalah tidak bisa mengukur Tingkat kerusakan di radius yang berbeda dari pusat gempa. Sebagai contoh sebuah daerah A jarak dari pusat gempa hanya 10KM, sedangkan daerah B jaraknya 50KM, tentunya tingkat kerusakan akan berbeda.

Maka dari itu munculah skala baru yang lebih mudah dipahami oleh orang awam dengan nama Skala MMI. di Aplikasi BMKG anda bisa melihatnya di pojok kanan bawah.

Penjelasan Skala MMI 

Skala ini melihat dari efek gempa yang dirasakan masyarakat. Skala MMI ini berbeda beda untuk setiap daerah sesuai dengan jaraknya dari pusat gempa. Berikut penjelasannya

I. Tidak dirasakanGetaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.Skala Intensitas Mercalli I.png
II. LemahGetaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.Skala Intensitas Mercalli II.png
III. LemahGetaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.Skala Intensitas Mercalli III.png
IV. RinganPada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, dan dinding berbunyi.Skala Intensitas Mercalli IV.png
V. SedangGetaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, dan bandul lonceng dapat berhenti.Skala Intensitas Mercalli V.png
VI. KuatGetaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, dan kerusakan yang ditimbulkan masih sebatas kerusakan ringan.Skala Intensitas Mercalli VI.png
VII. Sangat kuatTiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan terjadi pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik, sedangkan bangunan yang konstruksinya kurang baik menjadi retak-retak bahkan hancur dan cerobong asap pecah. Gempa terasa oleh orang yang menaiki kendaraan.Skala Intensitas Mercalli VII.png
VIII. ParahKerusakan ringan terjadi pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak terjadi pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari kerangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, dan air menjadi keruh.Skala Intensitas Mercalli VIII.png
IX. HebatKerusakan terjadi pada bangunan yang kuat dan rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus dan banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari fondasinya. Pipa-pipa dalam rumah pun putus.Skala Intensitas Mercalli IX.png
X. EkstremBangunan dari kayu yang kuat rusak, kerangka rumah lepas dari fondasinya, tanah terbelah, rel melengkung, dan tanah longsor terjadi di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.Skala Intensitas Mercalli X.png
XI. EkstremBangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatanrusak sehingga lembah terjadi. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, dan rel sangat melengkung.Skala Intensitas Mercalli XI.png
XII. EkstremHancur sama sekali, gelombang tampak pada permukaan tanah, pemandangan menjadi gelap, dan Benda-benda terlempar ke udara.Skala Intensitas Mercalli XII.png

Kalau kita ambil kasus di gempa di donggala Palu kemarin  nampak bahwa Skala MMI dari gempa ini di donggala adalah VII - VIII yang artinya kerusakan sangat kuat dan parah. Namun gempa tersebut hanya dirasakan skala II oleh orang orang di Gowa.

Semoga Informasi ini bermanfaat. Stay safe dan mari kita berdoa semoga bencana gempa ini berakhir dan kita sisihkan sebagian rizki kita donasikan untuk korban gempa disana.

Referensi : 

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Skala_richter
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Skala_mercalli

Memahami Efek Kerusakan Gempa Bumi dari Skala Richter dan MMI

Kumpulan Francise Film yang wajib Anda tonton dan Koleksi

Statistik Penduduk Berdasarkan Agama di Indonesia

Pengertian Ameniteis Secara Umum

 This photo of Niagara Hotel and Resort is courtesy of TripAdvisor

Dalam dunia Properties Amenity (Jamak:Amenities) bisa didefinisikan sebagai nilai tambah dari property yang berefek meningkatkan nilai dari properties tersebut. Sebagai contoh sebuah Properti yang mempunyai taman dan pemandangan alam indah serta dekat dengan fasilitas umum tentunya lebih berharga ( lebih mahal) dibanding Properties di tengah kota yang penuh polusi, Panas dengan pemandangan gedung yang tidak beraturan. Oleh karena itu, Pengertian Ameniteis tidak sebatas hal hal yang sifatnya Fisik namun juga non fisik seperti Pemandangan yang indah, Tingkat kejahatan yang rendah, dekat dengn layanan publik dan sebagainya. 

Selain Amenities yang sifatnya dibangun oleh pengembang, ada juga Amenities yang sifatnya publik. Jika sebuah properti di kembangkan di dekat Amenities publik, otomatis harga /value dari properti tersebut meningkat. Berikut contoh Ameniteis publik diantaranya adalah Sekolah / Universitas, Supermarket, Bandara, Bank, Rumah sakit, Jalan Raya, Taman , Pantai ataupun fasilitas umum lainnya yang akan memudahkan penghuni properti semakin mudah dan nyaman dalam beraktifitas.

Amenities dalam Layanan Hotel. 

This photo of Niagara Hotel and Resort is courtesy of TripAdvisor

Sekarang kita fokus pada Amenities di layanan hotel. Amenities adalah kata jamak dari amenity yang artinya "a desirable or useful feature or facility of a building or place.". Kalau di Indonesiakan artinya fFasilitas atau layanan di gedung atau disuatu tempat yang bermanfaat dan menyenangkan bagi pengunjung atau penghuninya.

Di lihat dari lokasinya,  Amenities Hotel ada dua yaitu didalam Ruangan dan diluar ruangan. Contoh Amenities didalam ruangan adalah Alat masak /termasuk memanaskan air, TV , Wifi / Internet akses, Perlengkapan Mandi dan Safebox. Sedangkan Amenities yang diluar ruangan diantaranya Ruang makan, Ruang pertemuan Kolam Renang, Tempat Fitnes, Pijat refleksi, tempat wisata atau pemandangan alam yang indah.

Ameniteis sendiri ada yang sifatnya gratis sebagai layanan standar hotel namun ada juga yang berbayar. Kebijakan mana yang gratis dan mana yang berbayar tergantung hotel, namun Biasanya hotel mempunyai 7 Standar layanan Wajib untuk kenyamanan Pengunjung hotel. Tujuh Layanan tersebut adalah 1) Wifi Gratis, 2) Air Hangat, 3) Tempat tidur bersih, 4) Perlengkapan kamar mandi, 5) AC dan atau Penghangat ruangan, 6) TV Layar datar / TV kabel dan 7) Air Minum Gratis.  Biasanya 7 Layanan ini pasti ada untuk Hotel bintang 3 Keatas. Untuk penginapan , motel dan hotel bintang dua kebawah biasanya layanan tersebut ada yang dihilangkan seperti Tidak ada TV atau Air Hangat. 

Semoga artikel sederhana ini bisa menambah wawasan anda!

Pengertian Amenities di Layanan Hotel

Pasangan Calong Cagub Pilgub Sumut 2018 
Sumut adalah salah satu Propinsi yang akan melakukan Pilgub ditahun 2018 ini. Pertarungan meraih pucuk pimpinan di Sumut  sangat sengit karena bakal berlangsung  Head to head. Semula, pilgub Sumut akan di ikuti oleh 3 Pasang calon, namun salah satu calon di anulir dan dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk maju di Pilgub.

Dari sisi partai pendukung, jelas sangat nampak bahwa PDIP di keroyok oleh partai partai lain, PDIP bisa dikatakan bekerja sendiri walaupun Djarot Sihar di usung PDIP dan PPP, namun Pengurus partai berlambang kabah di tingkat propinsi tidak mendukung pasangan ini. Pasangan ini mendapat restu dari DPP PPP Pusat namun tidak mendapat dukungan  di lapangan. 

Walaupun KPU, Bawaslu dan pihak pihak terkait menyampaikan agar simpatisan, partai dan  tim pemenangan menggunakan program kerja sebagai jualan mencapai kemanangan, namun tetap saja kampanye hitam, fitnah dan berita-berita menyudutkan eramas ataupun Djos tetap muncul baik dimedia cetak elektronik dan sosial media. 

Agar pembahasan tidak meluas kita akan fokus pada gaya kampanye Eramas dan Djoss yang menurut saya kurang elok karena lebih fokus pada isu negatif daripada program kerja. Saya berusaha melihatnya secara adil. Saya sebagai penulis tinggal di Sumatera Utara namun saya tidak Ber KTP Sumut dan saya tidak punya hak pilih sehingga saya berharap tidak ada tudingan bahwa saya pendukung salah satu calon.

Gaya Kampanye 

Gaya kampanye Identitas Agama 

Dalam salah satu media online, Eramas menekankan pada 5 hal jika terpilih nanti yaitu ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur serta bidang pertanian dan kelautan. Eramas yang didukung Oleh Gerindra, PKS dan yang terakhir Demokrat sangat nampak dekat dengan Umat islam, bahkan acara acara kampanye Eramas sering dibalut dengan pengajian, hal ini tentunya tidak bisa dilakukan oleh Djarot sihar. Seandainya Djoss menggunakan cara ini juga kurang efekif karena yang bisa hadir dalam acara ini hanya djarot.  Eramas cenderung menggunakan politik Indentitas dan mendekat ke umat islam mengingat secara statistik jumlah umat Islam sekitar 60% di Sumut. 

Sebelum lebih jauh saya sampaikan bahwa hakekatnya adat dan kekeluargaan dan toleransi  warga sumut sangat kental, sebagai contoh, ada keluarga saya yang bermarga Toba beragama Islam, namun ketika ada pertemuan Marga di Toba yang kebanyakan Kristen, pihak Keluarga di Toba menyampaikan apakah keluarga yang muslim ini mau datang atau tidak? jika datang, maka yang dipotong bukan babi, namun kambing atau ayam.  Lihatlah, bukankah ini adalah bentuk toleransi yang luar biasa. Lagi lagi hal ini juga dimanfaatkan oleh oknum Eramas atau pendukungnya yang mengatakan Djarot memengang kepala babi disebuah acara, padahal Djarot memegang ikan Emas yang kebetulan disitu dihidangkan Babi. 

Gaya Kampanye Identitas Suku

Gaya Debat Publik

Dalam debat publiknya Djarot seperti meniru era debat pilpres Jokowi d tahun 2014 dengan menanyakan hal dalam pemerintahan yang sifatnya teknis dan menggunakan istilah spesifik. Masih ingat ketika Jokowi bertanya ke Prabowo masalah TIPD? Djarot juga menanyakan hal yang sama ke Edy dengan menanyakan permasalahan stunting. teknik ini sengaja dibuat oleh Djarot untuk menunjukan bahwa beliau berpengalaman dibidang pemerintah daerah dan tentu saja Edy tidak paham istilah stunting, namun ketika dijelaskan bahwa Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama  baru Edy menjelaskan solusinya.

Stunting ini terus menerus diblowup oleh tim pemenangan Djoss di sosial media untuk menggiring opini bahwa Edy tidak paham tugas kepala daerah. Jelas ini kan penggiringan opini yang tidak tepat,sekarang jika Edy bertanya masalah kemanan daerah dan istilah Militer ke Djarot, apakah semua istilah militer Djarot paham? ini kan hanya sekedar trik mengesankan bahwa Eramas tidak paham tentang administrasi pemerintah daerah.

Isu Hukum Calon Wakil Gubernur

Model lain kampanye Djoss adalah membuat seolah olah Musa Rajeksah adalah bagian kelompok preman dan terlibat dalam kasus korupsi di pemerintahan sebelumnya. Padahal sejauh ini KPK menyatakan bahwa Musa hanya diperiksa sebagai saksi. Disisi yang lain kasus Hutan Register 40 milik Keluarga Sihar yang y udah jelas jelas tinggal ekeskusi tidak pernah dibahas? bahkan karna sulitnya mengekseskusi lahan register 40 ini Menteri lingkungan hidup minta bantuan KPK.  dalam bahasa sederhana, Jika sihar ingin mengelola sumut berdasarkan  hukum dan berkeadilan,  Selesaikan dulu masalah hukum keluarganya baru bicara masalah keadilan. seperti yang diucapkan MS Kaban, Mantan menteri kehutanan era SBY (baca : https://www.asahansatu.com/ms-kaban-soal-sihar-sitorus-taat-hukum-dulu-baru-bicara-sumut-bersih/). 

Isu Cuti salah Satu Calon Gubernur

Hal lain yang sering dijadikan alat menyerang Edy Rahmayadi yang ketua PSSI, kenapa tidak mundur saja dari PSSI, kok malah cuti? Pendukung Djarot Sihar ini lupa  bahwa Jokowi ketika mau menjadi Capres juga cuma cuti jadi gubernur? Jokowi tidak mundur jadi gubernur, beliu hanya cuti selama kampanye, tapi tentunya pro Djoss tidak akan mengungkit perkara ini. 

Isu Kesehatan

Isu hangat yang saat ini digoreng oleh Simpatisan Djoss adalah isu kesehatan Edy Rahmayadi yang diisukan terserang Stroke. Apakah benar? Kalau saya sendiri berpendapat bisa jadi isu itu benar namun nyatanya Edy kembali muncul ke publik dalam keadan sehat. Bisa jadi Edy mengalami "gejala" stroke namun tim dokter berhasil mencegahnya dan sekarang kembali normal. 

Tim Eramas juga tidak secara terbuka menyampaikan mengapa Edy menghilang hampir 2 Minggu sejak deklarasi dukungan partai Demokrat. Bisa jadi Edy mengalami gejala stroke namun tim Eramas tidak ingin elektabiltias Edy merosot sehingga isu tersebut ditutupi. 

Isi ini digiring simpatisan DJOSS untuk mengesankan seandainya cagubnya saja tidak sehat bagaimana mau memimpin sumut, isu ini mirip dengan isu yang di goreng oleh pro Jokowi dulu ke prabowo yang Duda. Bagaimana bisa mengurus negara, mengurus keluarga saja ga becus.

Kartu Sakti Dan Pembangunan Ekonomi

Salah satu solusi yang diandalkan oleh Djoss adalah kartu sakti. Sangat jelas ini menjiplak kartu sakti Jokowi, namun apakah model kampanye kartu saktu ini bisa sukses? belum tentu. Masih ingat ketika Rike Diah Pitaloka menggunakan Baju kotak-kotak untuk memenangkan pilkada jabar? Apa yang terjadi? Baju kotak kotak Gagal membawa Rike ke kursi  nomor satu Jabar. 

Sebenarnya kartu sakti seperti ini tidak cocok dibawa ke Pilkada karena kartu sejahtera ini kan program nasional, cuma di rebranding, contoh Kartu Indonesia sehat jokowi itu sudah ada sejak SBY, hanya saja beda nama. Apakah ini program bar, program unggulan? tentu saja tidak. Maka menggunakan kartu Sakti untuk jualan kampanye juga merupakan pembodohan. Karena ujung ujungnya sama dengan Kartu Jaminan sosial atau kartu Indonesia sehat versi lokal. 

Mari Melihat lebih jernih

Jika kita lihat dengan pijakan yang adil, sebenarnya dua pihak ini salih menjegal pihak lawannya dengan memanfaatkan berbagai isu yang ada termasuk isu Sara. Bahkan jika kita perhatikan, Alat peraga kampanye dua paslon ini sangat nampak berbau politik identitas, misal Di daerah yang banyak penduduk non muslim, nampak jelas alat peraga kampanye DJOSS dimana-mana semantara di daerah muslim nampak jelas ERAMAS diaman-mana.

Hal tersebut sebenarnya kurang bagus untuk Demokrasi di Indonesia, dan seharusnya pihak pemerintah dan kepolisian membuat peta-peta daerah rawan dan kedepannya siapapun yang terpilih harus bisa menyatukan kembali rakyat sumut. Pada hakekatnya pilkada langsung lebih banyak mudaratnya daripada kebaikannya. Seandainya pilkada di lakukan oleh DPRD, Keributan dan perpecahan hanya ada di dalam ruang Dewan, sementara itu pilkada langsung membuat perpecahan sampai kelevel hubungan masyarakat antar kelompok dan antar orang perorang.

Maka dari itu, coba kita berpikir jernih, Jangan sampai pilkada ini memecah Sumut lima tahun kedepan, ingat bahwa Gerinda dan PKS walaupun di Sumut berseberangan dengan PDIP namun di Jatim mereka duduk mesra medukung Cagub yang sama. Selain itu bagi yang muslim bahwa Djarot itu muslim walaupun pasangannya non muslim. Untuk Eramas juga sama, bahwa agama di sumut bukan hanya Islam, namun multi agama yang juga harus diperhatikan dan diperlakukan secara adil.

Bahwa sumut memang sejak dulu sudah multi kultural , multi entis dan multi agama, alahkan baiknya para tim kampanye fokus pada program kerja dalam kampanye ketimbang fokus pada isu identitas dan SARA demi kepentingan yang lebih besar untuk kemajuan Sumut secara khusus dan Kemajuan Indonesia kdepannya.

kampanye Kurang Elok di Pilgub Sumut


Minggu ini Media sedang di gegerkan dengan surat edaran di UIN Kalijaga yogyakarta yang berisi pembinaan mahasiswi bercadar yang pada ujungnya bisa berakhir pemecatan jika tetap 'kekeh' mempertahanan cadarnya. Lalu dari surat itulah Pihak rektorat membuat siaran pers. Setelah siaran pers, Bukannya isu ini redup, justru isu ini makin besar sampai sampai tokoh nasional dan tokoh agama, Raja jogja dan tokoh HAM ikut berkomentar. Komentar para tokoh bisa anda baca disini.

Artikel ini adalah bentuk kontribusi saya dalam meredam isu yang makin besar. Tinjauan berbagai sisi ini bisa dijadikan masukan oleh pengambil keputusan di kampus yang melarang cadar. Namun sebelum melangka ke saran dan solusi, kita harus bersikap Adil dalam masalah ini. Ungkapan adil ini juga yang disampaikan dalam siaran Pers UIN Yogyakarta.

Kita akan melihat pandangan Cadar yang akan menjadi dasar solusi kita berdasarkan tinjauan Hukum Berdasarkan Pancasila dan UUD45 , Tinjauan Madzab Safi'i . Tinjauan Budaya, Tinjuan Administrasi Akademik dan  yang terakhir adalah Tinjauan Akal Sehat.

Tinjauan Secara Hukum (Pancasila dan UUD45)

Dari sudut pandang Pancasila dan UUD 45, Cadar justru merupakan penerapan dari "Ketuhanan yang Maha Esa" dan dalam pasal 29 ayat 2
Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu

Dari tinjaun Hukum di NKRI, jelas larangan cadar ini bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45 Pasal 29 ayat 2.

 Tinjauan Madzab Safi'i 

Pendapat madzhab Syafi’i, aurat wanita di depan lelaki ajnabi (bukan mahram) adalah seluruh tubuh. Sehingga mereka mewajibkan wanita memakai cadar di hadapan lelaki ajnabi. Inilah pendapat mu’tamad madzhab Syafi’i. 

Untuk lebih jelas dan rinci tentang pandangan Madzab Safi'i bisa anda baca di artikel "Hukum Cadar dalam pandangan Imam 4 Madzab".

Pendapat NU.or.id ( Situs resmi NU) 
Mengapa saya bawa pendapat NU? karena NU mengklaim bermadzab Safi'i. Mari kita lihat pendapatnya:

Sedangkan di kalangan madzhab Syafi’i sendiri terjadi silang pendapat. Pendapat pertama menyatakan bahwa memakai cadar bagi wanita adalah wajib. Pendapat kedua adalah sunah, sedang pendapat ketiga adalah khilaful awla, menyalahi yang utama karena utamanya tidak bercadar. Sumber resmi baca di : http://www.nu.or.id/post/read/67452/hukum-memakai-cadar.

Kalau anda tanya Ketua PBNU sekarang yang mengatakan itu budaya, mungkin itu pendapat beliau sendiri. Mungkin beliau punya sumber dasar lain. Namun mari kita lihat Pendapat Cadar di Ulama NU pada Masail Diniyah tahun 1933 di bawah ini

Pembahasan Cadar di Mu'tamar VIII NU 7 Mei 1933M

Tinjauan Budaya

Pro pelarangan cadar bilang kalau cadar cuma budaya Arab, coba lihat video pakaian tradisional di Saudi arabia ini. Apakah ada yang bercadar?



Sekarang mari kita lihat pakaian Budaya di NTB yang sudah ada ratusan tahun lalu dan menjadi budaya lokal


Anda bisa membaca artikelnya disini .

Masih ada yang bilang cadar budaya arab?

Tinjauan Administrasi Akademik

Ketika pro pelarangan cadar bergeser alasannya bukan lagi karena masalah agama atau budaya, tapi masalah administrasi, apa sih susahnya administrasi mahasiswa beradar? Ini kan alasan yang dibuat buat. Sekarang era digital untuk absensi bisa menggunakan Sidik jari, Mesin Deteksi wajah, ataupun menggunakan KTM yang di gesek saat masuk ruang.

Sungguh sangat picik mengatakan bahwa cadar bisa membuat curang saat ujian seakan-akan para mahasiswa bercadar ini adalah mahasiswi Nakal yang suka curang dalam ujian, Alasan inipun hanya sekedar asumsi dan tidak pernah ada penelitian apakah alasan tersebut benar. Ironis memang, institusi pendidikan hanya berasumsi dalam mengambil keputusan tanpa didukung data yang valid.

Sebagian lagi lebih ironis karena mengatakan Cadar adalah tanda radikal dan mengikuti organisasi terlarang seperti HTI. Padahal HTI sendiri menganggap Mubah perkara cadar dan Selama saya di jogja berinteraksi dengan orang pro HTI, Tidak pernah saya temukan sekalipun perempuan HTI Bercadar. Yang bercadar itu kebanyakan salafi dan Jamaah tablig.

Tinjauan Akal Sehat

Coba anda baca kepanjangan STAIN, IAIN, dan UIN? Sekolah Tinggi Agama ISLAM negeri, Insitut Agama ISLAM negeri dan Universitas ISLAM negeri. Dari tinjuan budaya diatas semua sepakat bahwa Hukum cadar itu Sunnah atau Wajib dalam Islam. Seawam-awamnya orang islam akan bilang itu perkara mubah atau sekedar budaya. Pertanyaannya? apakah budaya tersebut begitu buruk dan bisa disamakan dengan pakaian ketat atau pakaian seksi yang harus dilarang dikampus ISLAM?

Akal Sehat manusia bahkan orang non muslim pun yang pakai akal dan logika akan kesulitan memahami Logika SESAT ini. boleh dibilang orang yang melarang cadar itu Catat Logika atau Gagal Pikir.

Solusi dan Kesimpulan Masalah Cadar

  1. Hendaknya kita tidak 100% menyalahkan Rektor atau pihak kampus dalam pelarangan ini karena mereka sendiri mengikuti himbauan dari Kemenag agar menyebarkan Islam moderat yang di artikan oleh beberapa kampus dengan pelarangan cadar dan dianggap cadar adalah ciri kelompok radikal.
  2. Hendaknya para pemangku kepentingan/ Jabatan tidak otoriter dalam mengambil keputusan, namun mengedepankan dialog dan keterbukaan.
  3. Ristekdikti dan Kemenag hendaknya membuat aturan bersama untuk membuat aturan Global tentang aturan berpakain di kampus yang salah satunya tidak boleh mendiskriminasi cara berpakaian Mahasiswa selama tidak melanggar hukum, HAM  dan budaya positif di Indonesia. 
  4. Kemenag bisa membuat surat Edaran untuk pencabutan Larangan Bercadar di Kampus Islam baik PTKIN atau PKTIS (perguruan tinggi negeri islam atau perguruan tinggi islam swasta). 
  5. Pembinaan tetap perlu dilakukan namun untuk semua mahasiswa bahwa paham radikal itu berbahaya dan mahasiswa yang mengikuti paham itu harus diluruskan. Penekanannya pada Ideologi Radikal, bukan cara berpakaiannya. 
  6. Hendaknya setiap kebijakan disertai dengan data yang Valid dan penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan sehingga tidak menjadi Pro kontra di Masyarakat. 
Semoga tulisan ini bisa menjadikan sumbangsih saya dalam pro kontra cadar di kampus. 


Solusi dan Tinjauan Pelarangan Cadar di Kampus dari Berbagai Aspek

Berikut ini adalah pendapat para tokoh Nasional tentang Pelarangan Cadar di UIN Sunan Kalijga.

Fahri Idris


Lukman Hakim Saifudin ( Menteri Agama)



Fahri Hamzah


Sultan Hamengkubuwono  X

"Perlu ada kebijakan untuk mempertimbangkan lagi,"   
Sultan menilai, kebijakan yang ada di UIN Sunan Kalijaga saat ini baru sebatas membina mahasiswi bercadar, belum dalam taraf melarang.

Kemenristekdikti


"Kami sampaikan ke Menag [Menteri Agama] karena [peraturan ini] di UIN. Di Kemenristekdikti sudah jelas kebijakannya. Artinya semua penduduk Indonesia antarsuku, agama ras, dan gender punya hak yang sama," kata Nasir di Universitas Airlangga Surabaya, Kamis (8/3/2018).

.....pihaknya akan tetap mengingatkan perguruan tinggi untuk tidak melakukan diskriminasi kepada anak bangsa. Kemenristekdikiti juga memberikan satu kebebesan pada anak bangsa dan tidak ada diskriminasi antara sesama umat manusia, suku dan gender tidak ada perbedaan.

sumber:tirto.id

Taufik Kurniawan (Wakil Ketua DPR)

"Penggunaan cadar itu kan bagaimana seorang muslimah mengaktualisasi diri pada agamanya. Cadar itu sebatas simbol. Kebijakan itu tak memiliki landasan hukum yang kuat" source : Detik.com

Majelis Ulama Indonesia 

Cadar dan Celana Cingkrang Bukan Simbol Radikalisme --CNN Indonesia
 Ketua MUI Pertanyakan Alasan UIN Sunan Kalijaga Larang Cadar --Tempo.co

Ketua PP Pemuda Muhamadiyah 

Muhammadiyah Menghormati yang Bercadar --Republika.co.id

NU.or.id


Hukum Cadar menurut Nu.or.id bisa dibaca disini


Pendapat Imam 4 Madzhab 
JIka kutipan sebelumnya merupakan komentar dan pendapat tokoh nasional, maka mari kita dengar pendapat para ulama 4 Madzab di link berikut. Semoga mencerahkan kita semua. Amin.

Untuk mendapat Imam Madzab bisa anda baca secara rinci disini.

Dari semua kesimpulan diatas tampak bahwa tokoh nasional, Organisasi Islam dan Tokoh islam sebagian keberatan dalam hal larangan Cadar di kampus. Sedangkan menurut para ulama 4 madzab ulama terbagi menjadi 3 yaitu Wajib, Sunnah dan Mubah. Bagi yang menganggap Mubah menganggap bahwa Cadar adalah bagian dari budaya Arab.

Yang menarik, Tidak ada satupun yang mengatakan bahwa Cadar hukumnya Makruh atau haram. Semuanya menganggap positif. Pertanyaannnya? Kok bisa seironis ini, kampus Islam mau melakukan Pelarangan cadar karena dianggap berpaham Radikal?

Semoga Artikel singkat ini bisa mencerahkan seluruh kaum muslimin di indonesia.

Komentar Tokoh Nasional Tentang Pelarangan Cadar di UIN Sunan Kalijaga


Isi Surat Pembinaan Mahasiswa Beradar
Ringkasan surat sbb:

  1. Nomor surat B-1301/Un.02/R/AK.00.3/02/2018
  2. Tanggal surat 20 Februari 2018
  3. Perihal Pembinaan Mahasiswa Bercadar
  4. Ditujukan ke Direktur Pascasarjana, Dekan dan Kepala Unit/ Lembaga
  5. Isi Pendataan mahasiswa Bercadar di masing masing fakultas 
  6. Pengumpulan data sampai tanggal 28 Februari 2018
Yang menarik dari surat itu tidak ada kata kata pelarangan, namun anda akan mendapatkannya dari video konferensi pers yang langsung disampaikan oleh rektor UIN Sunan Kalijaga. Rektor dengan sangat jelas menyatakan bahwa Bentuk pembinaan selama 7 kali adalah untuk "Memaksa" mahasiswi bercadar agar mau melepas cadarnya selama di kampus. Jika selama 7 kali di "BINA"  tidak mau melepas cadar , maka mereka di "BINASAKAN", dalam artian, mereka di keluarkan dari kampus.
Dalam bahasa PR Rektor, mereka diminta mengundurkan diri dari kampus. Memang yang menarik alasannya karena takut mahasiswi bercadar itu terpapar Paham Radikal atau Tansnasional seperti HTI.  Pantaslah DEMA UIN Suka semula mendukung pembinaan ini, baru kemudian mengkarifikasi bahwa tindakan rektorat terlalu keras dan tidak sesuai gambaran pembinaan yang dikira sebelumnya. 

Silahkan tonton Konferensi Pers Berikut :


Data Mahasiswi bercadar ada 41 Orang. Fakultas Febi ada 6, Syariah dan Hukum ada 8, Fakultas Fisum ada 6, Usuludin ada 5, Adab ada Ilmu Budaya ada 3, Tarbiyah ada 8, Fakultas dakwah dan komunikasi 4 dan Saintek ada 2.

Salah satu alasan Rektor adalah Kampus pernah di pasang atribut HTI (Padahal yang saya tahu HTI justru tidak bercadar karena mereka menganggapnya perkara Mubah). Aneh banget ga sih? Ada pertanyaan, bagaimana dengan yang laki-laki? Dari penjelasan Rektor juga katanya yang berjenggot dan bercelana cingkran juga akan dibina (Sekali lagi, HTI laki lakinya tidak cingkrang).. Nah berarti benar kata Fahiri Idris bahwa jika
pelarangan di UIN Ini sukses, maka akan ada domino efek merembet ke kampus lain.

Yang ironis adalah pelarangan justru di lakukan oleh Kampus Agama ISLAM negeri yang kampus Negeri Umum saja seperti UGM dan UNY tidak melakukannya. Bahkan Menristek menganggap bahwa Cadar adalah Hak Mahasiswi dalam berpakaian. Kita lihat saja perkembangan selanjutnya

Update per 11 Maret 2018

Setelah menuai polemik, kontroversi dan penentangan yang keras dari berbagai pihak, akhirnya UIN Sunan kalijaga membatalkan surat pembinaan mahasiswi bercadar seperti tertuang dalam surat ini .


Konferensi Pers dan Isi Surat Pembinaan dan Pelarangan Mahasiswi Bercadar UIN Sunan Kalijaga

Salah satu hal yang menjadi andalan dari para marketing Bank yang mencari mangsa ( Orang yang butuh pinjaman duit besar) adalah dengan Iming iming syarat mudah dan Bunga ringan bahkan kalau di brosurnya sangat kecil, dibawah 1 Persen.

Kenyataannya brosur yang diserahkan kepada anda dengan iming iming bunga rendah sebenarnya TIDAK BENAR. Bunga tetap tinggi namun di presentasikan dengan cara yang menarik sehingga terkesan bunga sangat kecil. Bank tidak salah memang, hanya saja kita yang kurang cermat. 

Saya akan beri contoh berikut:

Sebuah Bank menawarkan Pinjaman tanpa Agunan dengan nama KTA Payroll, KTA ini khusus untuk instansi yang bekerja sama dengan bank tersebut. Iming imingnya, syarat sangat mudah dan beberapa hari langsung cair. Bukan itu saja, bunganya pun di brosur sangat kecil, cuma 0.81% dengan perhitungan bunga FLAT yang artinya komposisi bunga dan pinjaman pokok selalu sama setiap kali mengangsur di bank tiap bulannya.

Sebagai contoh anda mau pinjam 50.000.000 (Lima puluh juta rupiah) selama 5 tahun maka cicilan anda adalah  Rp1.238.333,00 .  Banyak pertanyaan muncul dari sini, jika kita jeli maka kita akan bertanya sebagai berikut:
  1. Berapa sebenarnya bunga pertahunnya? berapa bunga selama 5 tahun?
  2. Berapa pokok dan bunga yang dibayarkan tiap bulannya?
  3. Berapa total pembayaran yang harus kita bayar untuk pinjaman tersebut selama 5 tahun?
Ok, saya sudah menghitungnya dan hasilnya adalah sebagai berikut:


Perhatikan maka jawaban pertanyaan pertama terjawab bahwa bunga pertahun adalah 9.72% dan bunga selama 5 tahun adalah 48.60%. Besarkan? Rumusnya untuk bunga satu tahun adalah 

Bunga pertahun= Bunga dibrowsur x 12 
Bunga selama pinjam = Bunga pertahun x  5 tahun 

Jawaban untuk pertanyaan kedua adalah pokok perbulan sekitar 833.333 dan bunganya 404.999 Rupiah. Gila kan? Bunga perbulan adalah sekitar 48,5 % kalau dibanding cicilan  pokoknya. 

Total Pembayaran yang harus kita lakukan selama 5 tahun ( dengan asumsi tidak ada pembyaran di percepat atau denda) maka total pembayaran adalah 74.299.980 Rupiah dan bunga yang harus dibayarkan adalah 24.299.980 Rupiah. Bayangkan man! kita setor 24 jutaan selama 5 tahun untuk uang 50 Juta yang kita pinjam.

Dari sini saya sarankan, hitunglah dengan cermat, teliti dan pikirkan 100x sebelum pinjam ke bank. Pinjam uang hakekatnya untuk kebutuhan yang sangat sangat mendesak namun kita tidak punya uang simpanan atau tidak ada saudara yang mampu meminjaminya, baru lah Bank menjadi solusi PALING AKHIR. Ingat, hutang itu enak di depan dan tidak enak selama mencicilnya.

Jangan pinjam uang untuk kebutuhan konsumtif, apalagi hanya sekedar memenuhi gaya hidup. Jika anda pinjam alasan konsumtif atau untuk bergaya di depan teman kantor, tetangga, atau keluarga anda, maka anda akan merasakan beratnya hutang.

Hutanglah dengan bijak, dan pikir 100x sebelum berhutang, apalagi pinjam ke bank!

Bunga Besar di Balik Kredit Tanpa Agunan