Kamis, 23 Januari 2014

Jack Ryan: Shadow Recruit (2014)

Film yang rilis di awal tahun biasanya terasa hambar berupa drama percintaan, film horor atau film action kacangan. Jack Ryan adalah film yang dirilis diawal tahun ini dengan mengusung thema Spy dan action. Film ini mengisahkan tentang seorang analis keuangan di wallstreet yang  sekaligus agen CIA.
Ryan semula hanyalah staf kantor dan bukan orang lapangan. Dia hanya duduk di kursi dan menganalisa laporan keuangan dan bursa saham di wallstreet, sampai suatu hari dia harus ke rusia untuk melakukan audit perusahaan rekanan yang menyimpan rekening bank yang sangat banyak namun tidak terdata di lembaga bank atau pasar modal.  Ryian akhirnya harus pergi kerusia dan mendatangi langsung perusahaan yang mencurigakan tersebut, dan BANG! film action baru terasa disini. 



*SPOILER *
Film ini cukup bagus untuk melepas lelah dan menjadi hiburan diakhir pekan, sayangnya durasi film hanya 105 menit. Selain itu, banyak hal hal yang tidak realistis di film ini. Saya beri contoh, Bagaimana seorang akuntan bisa menjadi seorang agen lapangan dengan analisa yang kuat dan kemampuan bela diri yang bisa mengalahkan Orang berubuh besar? 

Hal yang lain, kapan Jack Ryian belajar hacking membobol database perusahaan dengan Shell? wow, seorang akuntan setahu saya bermain dengan Excel, software akuntasi atau front-end database, tapi di sini, si Ryan dengen entengnya (kurang dari 5 menit) membobol data rekening perusahaan dan mendapatkan seluruh datanya yang kemudian disimpan di flashdisk. 

Satu lagi yang terlihat tidak realistis, Diadegan terakhir, ketika Sleep agent rusia di aktifkan dan ingin membom Wallstreet, dengan cekatannya si  ryan menalisa dan menebak alur dari teroris ini, bahkan bosny sampai heran dan tercengang, OK lah dia analis keuangan, tapi apa hanya dalam hitungan minggu terus bisa jadi superspy seperti james bond atau Bourne ? James bond dilatih sejak kecil dan karirnya memang di militer /polisi, semantara ryan hanya seorang analis? Walaupund iawal cerita diceritakan bahwa ryan pernah jadi anggota militer yang bertugas di afganistan, tapi dia cuma beberapa bulan? Aneh banget kan? 

Tapi walaupun kurang realistis, namun cukup menghiburlah. 


Senin, 13 Januari 2014

Pemerintah, Tolong Perketat Aturan dan sensor Media !

Media pemberitan dan hiburan saat ini sudah bukan lagi dinikmati oleh orang kaya saja, namun semua orang bisa menikmatinya. Dulu, waktu saya masih anak anak (tahun 90-an), TV hanya dimiliki oleh segelintir orang, itupun cuma TVRI, tidak ada handphone saat itu, apalagi internet.

Sekarang, media apapun bisa kita nikmati dimana saja dan kapan saja, TV, Internet, Radio, Media cetak semuanya bisa diakses dengan sangat murah bahkan gratis. Sayangnya isi dari media itu tidak semuanya benar dan cocok di konsumsi oleh masyarakat indonesia.

Contoh Media negatif /berbahaya
Contoh sederhananya adalah Pornographi di internet, Acara Gosip di TV, koran dan majalah mistis dan berbau sex, serta cuap cuap para penebar fitnah di Twitter. Media, terutama media pemberitaan berdalih kebebasan pers, namun ujung ujungnya menuduh tanpa bukti dalam pemberitaan, menyudutkan pihak tertentu, melebih lebih kan (lebay) dalam pemberitaan, Mengkritik pemerintah dengan hanya melihat kekurangannya (terutama media milik parpol) dan sebagainya.

Disini, semua pihak harus bertanggung jawab dan berhak untuk mensensor dan memperketat akses terhadap media negatif,pihak yang bertanggung jawab disini adalah pemilik media, pemerintah, sekolah dan orang tua dirumah.

Pemilik media seharusnya mengkroscek setiap pemberitaan, jangan asal comot berita atau dari sumber yang tidak bisa dipercaya, lalu disebar menjadi fitnah. Contoh nyata dari hal ini adalah tentang "jihad sex" yang diberitakan oleh media barat seperti CNN dan AFP, setelah di crosscek ternyata beritanya bohong dan aslinya adalah "seorang istri yang ikut suami dan sama sama mengangkat senjata" tapi diberitakan oleh medi dunia bahwa para wanita dengan suka rela berhubungan sex dengan mujahidin agar semangat dalam berperang, benar benar konyol. Yang terjadi justru ternyata ini dilakukan oleh orang orang syiah iran sejak jaman dulu dengan nama mut'ah.

Contoh lainnya adalah akun @triomacan2000 yang sering menebar fintah kesana kemari dengan mengupdate tuduhan tuduhan tanpa bukti. Jika @triomacan benar, harusnya bukti diserahkan ke polisi atau KPK, bukan cuman ngumbar tweet tanpa dasar. Yang lebih  aneh dan bodoh adalah para pengguna tweeeter dengan suka rela iktu meretweet sampah fitnah ini.

Contoh lain adalah TV one, TV paling lebay dan paling suka melebih lebihkan pemberitaan. Dulu, waktu gunung merapi meletus tahun 2010, Pihak TV one dengan latar belakang masyarakat yang berlarian di "SLEMAN" , sekitar 10km dari puncak gunung berapi, pihak reporter dengan lebaynya memberitakan :" Masyarkat KOTA JOGJA panik karena gunung merapi meletus". Terang saja berita seperti ini membuat orang tua mahasiswa yang kuliah di jogja was was dan meminta anaknya pulang, padahal kota jogja cuma kena hujan abu tipis. Jarak antara si reporter dengan kota jogja lebih dari 30Km.

Contoh lain, banyak berita dan acara mistis di TV dan majalah yang menjurus ke kesyirikan dan klenik. Dulu saya masih ingat ketika SBY meresuflle kabinet di Gedung agung jogja, koran koran klenik ini menjadikan berita utama "SBY ingin menguasai Mataram" dan berita klenik lainnya . Untungnya SbY langsung berkomntar :" maaf , saya tidak percaya klenik" yang intinya Resuflle itu tidak ada hubungannya dengan mistis konyol yang ditulis oleh media tersbut.

Tindakan pemerintah 
Sebenarnya pemerintah sudah bertindak dalam pekara ini, contohnya KPI beberapa kali mengirim surat teguran kepada penyelenggara acara tidak mendidik seperti acara music yang pemandu acaranya suka nomong rasis, berisi hinaan dan lelucon ga cerdas. Kata kasar juga sudah di sensor di TV termasuk adegan sex sudah banyak yang di sensor. Departemen informasi dan komunikasi sudah memblokir situs pornograpi dan SARA lewat nawala.

Sayangnya sejauh ini tindakan pemerintah kurang memuaskan karena tidak dilakukan dengan departemen lain. Sebagai contoh, coba kontak departemen agama atau MUI untuk memberi masukan kepada KPI tentang program yang berbahaya bagi umat islam. Acara Mistis dan sihir di TV juga harusnya dilarang, karena hal itu merusak aqidah umat islam.

Hal lain adalah Gosip, harusnya pemerintah memuat aturan yang tegas tentang pemberitaan selebritis ini. Batasi media agar hanya membahas perkara profesionalisme di dunia artis dan hiburan yang dibahas, bukan masalah pribadi seperti perceraian, selingkuh atau rebutan harta. Seandainya pemerintah tegas, maka minimal GHibah dan menggunjing artis akan banyak berkurang. Media pemberitaan selebiriti sekali lagi, harusnya hanya membahas aktifitas profesional dari para artis. Misalkan ada film baru yang dibintangi artis X, maka tanyakan masalah film tersbut dan perannya, bukan malah menguber uber kejelekannya dimasa lalu atau membahas pertengkaran rumah tangga. itu masalah pribadi.

Menkominfo juga tidak menindak tegas ISP atau pihak yang tidak memblokir pornographi, warnet warnet masih dengan bebas membuka situs ini.Mennfominfo harusnya bekerja sama dengan kepolisian untuk mengecek warnet dn media hiburan lebih sering. Ketahuan memberi akses pornograhi, TUTUP warnetnya. itu akan lebih nyaman.

Dan yang terakhir, mengingat kuatnya budaya barat yang dikonsumsi anak muda sekarang, tempat tempat hiburan, warnet, taman kota dan tempat wisata sudah seharusnya dipasang kamera untuk mengurasi budaya mesum di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Semoga, artikel ini dibaca oleh pihak pemerintah dan menjadi masukan yang berarti bagi kita semua.

Sabtu, 11 Januari 2014

Menimbang Calon Presiden 2014

Tahun 2014 sudah bergulir, pemilu sudah didepan mata dan kita lihat banyak bakal calon presiden berkampanye di TV, media cetak dan internet. Namun yang menarik disini adalah orang orang yang mencalonkan atau 'katanya' di calonkan ini tidak semua layak jadi presiden, minimal ini pendapat saya pribadi.
Saya yakin anda tidak akan 100% setuju dengan pendapat saya, itu wajar. Berikut ini adalah penilaian saja pribadi tentang para calon presiden yang sudah cukup populer ditelinga anda, saya akan mengomentari masing masing calon dari segi plus dan minusnya

1. Jokowi

Jokowi adalah tokoh yang fenomenal, dari seorang wali kota, sekarang sudah bisa memimpin ibukota dan kedepannya di gadang gadang menjadi calon presiden favorit. Namun benarkah demikian? Sejauh yang saya tahu, jokowi mempunyai prestasi wajar wajar saja, namun yang membesarkan jokowi adalah media massa. Jokowi dan PDI-P kecipratan populeritas dan media keciptratan pengiklan dan pembaca. Semuanya sama sama untung. Ibaratnya jokowi itu artis terkenal yang semua media ingin meliputnya.

Secara pribadi, saya tidak setuju jokowi mencapreskan atau dicapreskan. Jika mau jadi capres mending tahun 2019. Jokowi belum bisa dikatakan tuntas memimpin solo, jika sekarang beliu juga belum tuntas memimpin jakarta kok malah capres, anda yakin Negara seluas indonesia bisa dipimpin? belum lagi partainya serta Mbok mega yang masih "menyetir kebijakan jokowi".

Jika dipaksa maju dan menangpun, saya yakin jokowi tidak lebih dari produk media dan presiden boneka dari megawati. Jokowi sejauh ini mendapat respon positif dari kawan ataupun lawan. Posisinya di poling pun diawan, tidak ada yang bisa mengalahkannya, namun jika suatu saat jokowi punya cacat, imbasnya bukan hanya ke jokowi, tapi juga PDI-P.

 2. Megawati

Megawati sudah 3 kali gagal menjadi presiden. Pertama awal reformasi, dia di jegal oleh koalisi partai islam di MPR, lalu di tahun 2004 di jegal oleh SBY dan partai barunya, kemudian tahun 2009 kembali di jegal oleh SBY lagi.

Banyak pihak bilang kalau megawati masih berambisi jadi presiden, namun barusan (11/1/2014) membaca koran KR katanya megawati sudah tidak mau nyapres lagi. Kalau beitu syukurlah, sumber berita bilang kalau dia menginginkan tokoh yang lebih muda.

3. Puan dan ananda Prabowo 

sebagian besar kita sudah tau siapa puan, ini adalah putri Mega yang cukup dominan di partai PDI-P. namun ananda? dia adalah anak Mega juga, tapi orangnya low profil, pernah diangkat di majalah Detik dan digadang gadang menjadi penerus dinasti sukarno.

Namun boleh saya bilang, Puan belum punya pengalaman di pemerintah, sejauh ini hanya di DPR tapi itu mending lah dibanding ananda. Anada tidak dikenal sama sekali kecuali oleh internal PDi-P. Pengalaman politik dan organisasinya juga ga jelas atau tidak terekspose. Dua anak Mega ini mungkin butuh waktu 5-10 tahun lagi baru maju jadi capres, dan kalau ingin dikenal, coba jadi Bupati atau gubernur dulu, kalau jadi pimpinan di partainya sih terbilang mudah karena semua serba 'manut' namun pernah ga membayangkan memimpin daerah dengan berbagai watak,latar belakang, agama suku dan konflik kepentingan?  sekali lai dua orang ini tunggu 5 tahun lagi deh.

4. Mantan Jendral

Paling tidak ada 4 mantan jendral yang akan bersaing menjadi R1-1 diantaranya adalah wiranto, prabowo, endiarto dan promo edi. Kalau dari Militer, saya lebih percaya karena mereka pernah menjadi pemimpin sebelumya, dan bisa dipastikan ilmu tentang kenegaraan dan pertahanan negara sudah matang. Namun secara pribadi, saya melihat wiranto dan Prabowo sangat berambisi menjadi R1-1. Wiranto sudah gagal  2kali dan prabowo gagal sekali, sedangkan endiarto serta pramono edi baru tahap mau jadi balon dari konvensi demokrat. Kalau boleh jujur, saya lebih memilih endiarto menjadi capres dari demokrat, mengingat rekam jejaknya cukup bagus dan tidak terkait dengan dinasti SBY atau cikeas.

5. Gita wiryawan dan dahlan iskan 

Dua orang peserta konvesi demokrat ini mempunyai banyak kesamaan, diantaranya sama sama muda, berprestasi, cerdas, punya banyak pengalaman dibidang ekonomi bisnis dan dua duanya menjabat sebagai menteri saat ini.
Cuma, secara pribadi saya kurang suka cara Gita wiryawan mengenalkand diri ke masyarakat dengan mendompleng kementrian perdagangan dengan memasang berbagai "Baner" di berbagai jalan dengan tulisan :" cintailah produk indonesia". tentunya cara ini berdalih sebagai cara kementrian perdagangan menkampanyekan produk dalam negeri, namun sejauh yang saya tahu, menteri perdangan sebelumnya tidak segetol ini dalam memasang wajahnya .

Namun, saya maklumi kok, Gita tidak punya media seperti dahlan iskan, jadi tentunya dia perlu "kendaraan" agar bisa dkenal secara luas.

Namun secara pribadi, dua orang ini tidak cocokdipasangkan, karena kedunya punya kemampuan yang mirip, sama sama sipil dan ahli bisnis Jika disuruh memilih antara dua orang ini, saya cenderung ke Gita wiryawan mengingat masih muda dan cukup berwibawa menjadi seorang pemimpin. Gita sangat cocok jika dipasangkan dengan calon dari militer seperti endiarto atau pramono edi.

6. Mahfud MD dan Rhoma irama.
Singkatnya, saya sangat respek dan hormat kepada bpak mahmud, beliu seorang akademisi sekaligus praktisi hukum, punya pengalaman sebagai pengajar dan duduk di MA serta tidak terkena kasus korupsi dan pemberitaan negatif membuat beliu ini layak jadi capres.

Sedangkan Bang roma? OMG, saya sama sekali tidak berharap dia menjadi capres. Bagaimana mungkin seorang capres hanya mengandalkan ketenarannya semantara pengalaman berorganisasi dan memimpin organisasi tidak di ketahui sama sekali.

Selain itu Rhoma tidak cerdas dalam bicara, cenderung rasis tidak punya wawasan luas dalam masalah kenegaraan, tampak banget di wawancara mata najwa,silahkan lihat videonya di http://www.youtube.com/watch?v=0hL503g2G7I.