Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

PEROLEHAN KURSI DPRD PADANGSIDIMPUAN 2019-2024

I.Dapil Padangsidimpuan Utara dan Hutaimbaru
1.Apriadi (Demokrat)
2.Muchtar Shobri (PKS)
3.Arjuna Nasution (Golkar)
4.Maulana (Golkar)
5.Haris (Golkar)
6.Ferdiansyah (Hanura)
7.Khoir Siagian (Gerindra)
8.Dede (Gerindra)
9.Erfi (PAN)
10.Imran Sah ritonga (PPP)
11.Indra Gunawan (PDIP)

II.Dapil Padangsidimpuan Selatan
1.Yusuf Nasution (PKB)
2.Tati Tambunan (PDIP)
3.Rusydi Nasution (Gerindra)
4.Siti Maryam (Golkar)
5.Siswanto (Golkar)
6.Erwin Nasution (PAN)
7.Marataman Siregar (Hanura)
8.Abdul Rahman Harahap (Demokrat)
9.Imam Gozali (PKPI)

III.Dapil Padangsidimpuan Tenggara, Batu Nadua, Angkola Julu
1.Noni (Gerindra)
2.Ali Hotmatua (PDIP)
3.Madnur Siregar (Golkar)
4.Ahmad Rivai (Golkar)
5.Muhammad Iqbal (PKS)
6.Hj. Elli Yati (PPP)
7.Sofyan Harahap (Hanura)
8.Irfan (Demokrat)
9.Adianto (PAN)
10.Iswandi Arisandi (PAN)

Urgensi Undang Undang Lembaga Survey

Gambar
Sejak era Pilkada Langsung, Lembaga survey makin banyak bermunculan di Indonesia. Lembaga survey ini tujuan utamanya adalah sebagai lembaga yang memetakan kondisi real di lapangan. Dengan berbagai metode Ilmiah dan latar pendidikan pendiri dan orang orang dilembaga tersebut, seharusnya hasil akhirnya cukup akurat karena setiap survey menggunakan perhitungan statistik ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. 
Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian besar lembaga survey tidak membiayai sendiri survey yang dilakukannya, apalagi jika survey dilakukan secara nasional. Sayangnya saat ini lembaga survey bukan lagi menjadi alat untuk melihat kondisi objectif dilapangan, namun menjadi alat propaganda atau menggiring Opini publik. Paling tidak itu yang saya rasakan.
Sebagai contoh, Ada pilkada dengan 2 Konstentan si Abdul dan Si Herman. Si Herman ini menyewa lembaga survey X dengan biaya 1 Milyar. Setelah disurvey ternyata electabilitas dari Herman cuma 20%. Sedangkan electabilitas si Abdul 6…

Review Film Capten Marvel (2019)

Gambar
Captain Marvel adalah film pertama MCU di tahun 2019 sebelum dirilisnya Avenger : End Game. Walapun Di rilis tahun ini, namun seting film superhero perempuan ini berlatar di tahun 1995-an. Mengapa Marvel Studio merilis film ini baru sekarang? Kenapa tidak dibuat jauh jauh hari? Alasan utama adalah secara alur cerita memang film ini pas diletakan setelah Avenger: Infinity War dimana Nick Furry mengirim Pesan SOS ke Captain Marvel. 
Sebenarnya siapa sih Captain ini, sekuat apakah dia? Sejak film pertama MCU keluar di tahun 2008 (Ironman), Nick Furry tidak pernah meminta pertolongan bahkan sampai era Avenger pertama dan era Age Of Ultron pun Nick Furry tidak pernah meminta bantuan si Captain.
Captain Marvel dalam komiknya adalah salah satu tokoh superhero yang digadang-gadang bisa mengalahkan Thanos. Begitu ceritanya guys. Review film ini akan saya buat penuh dengan spoiler mengingat film ini sudah rilis lebih dari 3 bulan. Ingat bagi yang belum nonton,  jika tidak ingin nikmat menonton…

Film Bagus yang Rilis Tahun 2019

setiap tahun ada lebih dari 200 Film BoxOffice yang dirilis di Bioskop. 90% film ini datang dari Amerika, namun dari sekian banyak film, hanya sedikit yang layak tonton di Bioskop. Berikut ini adalah daftar film yang menjanjikan dan Worthy di tonton di Bioskop 
NoTanggalJudulGenre18 FebruariThe Lego Movie 2: The Second PartAnimation, Adventure, Comedy214 FebruariAlita: Battle AngelSci-Fi, Action, Adventure, Romance322 FebruariHow to Train Your Dragon:
The Hidden WorldAnimation, Adventure, Fantasy48 MaretCaptain MarvelSuperhero, Action, Adventure, Comedy55 AprilShazam!Superhero, Action, Adventure65 AprilHellboySuperhero, Horror726 AprilAvengers: EndgameSuperhero, Action, Adventure